Jakarta_Pintubatunews.com_Gerakan Indonesia Asri dan Edukasi Pengelolaan Sampah dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri di Jl Taman Makam Pahlawan No. 20 Kalibata Kecamatan Pancoran, Kota Jakarta Selatan pada Jum’at (14/8/2026).

Salah satu kegiatannya berupa Pameran Gerakan Bersih Dan Edukasi Pengelolaan Sampah yang dilaksanakan di halaman Kantor Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri yang diikuti oleh 10 perwakilan dari Kabupaten Kota. Antara lain Kabupaten Deli Serdang, Kota Malang, Kota Palu, Kota Batu, Kota Bontang, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Lombok Timur, Kota Pontianak, Kabupaten Luwu Timur, dan Kabupaten Purworejo. Mereka memamerkan kegiatan pengelolaan sampah dan produk yang dihasilkan berbahan baku sampah. Rombongan dari Kota Batu yang hadir antara lain Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kabid Pengelolaan Persampahan dan Pengelolaan Limbah B3 Endang Ari Setyoningsih, staf DLH antara lain Ayu Indah Lestari, Ken Retno Puspaningrum, Ferenia Apresinta, Muhammad Ansori, dan Budi Sunanto. Sedangkan dari Tim Praktisi Pendamping Percepatan Pengelolaan Persampahan Kota Batu Arif Erwinadi dan Siti Yulaikah.

Kegiatan yang terpenting adalah untuk menindaklanjuti program LSDP yang juga dihadiri oleh Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Arief As Siddiq dan Kepala Bappelitbangda Bangun Yulianto. LSDP (Local Service Delivery Improvement Program) adalah inisiatif Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bekerja sama dengan Bappenas, Kementerian PUPR, dan didanai oleh Bank Dunia. Program ini berfokus pada pengelolaan sampah padat terpadu dari hulu ke hilir di tingkat daerah dengan konsep ekonomi sirkular dan zero waste.

Kepala DLH Kota Batu Dian Fachroni Kurniawan di stand pameran pada Jum’at (14/8/2026) menyampaikan, “Hari ini adalah rapat koordinasi tindaklanjut LSDP (Local Service Delivery Improvement Program). Kota Batu adalah salah satu Kota yang mendapatkan hibah program diantara 30 Kabupaten Kota yang menerima program.”
“Proses perjalanannya yang cukup panjang dari 514 Kabupaten Kota, kemudian diseleksi menjadi 65, lalu menjadi 47, selanjutnya 37, terus terakhir menjadi 30 Kabupaten Kota. Ada 5 tahapan dan kita berharap memang LSDP ini sebagai oase penyelesaian masalah sampah di Kota Batu. Kita berharap di tahun 2029 kita tuntaskan 100% sampah terkelola di Kota Batu, ” jelasnya.
“Salah satunya dengan program hibah khusus dari LSDP untuk Kota Batu. Tahap awal tahun 2027 kita ada program untuk menyelesaikan pengelolaan sampah di hulu. Ada beberapa titik Desa Kelurahan yang akan kita laksanakan untuk memasukkan program LSDP ini pada Desa Kelurahan. Untuk Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tlekung yang akan kita modernisasi dan ramah lingkungan, paling cepat di tahun 2028 dan memang sesuai roadmap dari LSDP semua pembiayaan melalui program ini, “tambahnya.

“Harapan kami masyarakat Kota Batu bisa lebih ramah lingkungan, termasuk di wilayah sekitar. Posisi di Desa Tlekung kita akan jadikan TPA Tlekung menjadi tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Tlekung yang lebih ramah lingkungan dan berdampak berkelanjutan bagi masyarakat sekitar, “pungkas Dian Fachroni Kurniawan.












