Sampah Rumah Tangga Rejoso Desa Junrejo Kembali Tercampur! Petugas TPS3R Harum Sehat Kewalahan Memilah

Kota Batu, Pintubatunews.com – Kesadaran masyarakat dalam memilah sampah dari rumah tangga kembali menjadi sorotan. Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Harum Sehat, Dusun Rejoso, Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, menghadapi persoalan meningkatnya sampah rumah tangga yang sudah tercampur antara organik dan anorganik.

TPS3R Harum Sehat mulai beroperasi sejak penutupan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tlekung pada 30 Agustus 2023. Sejak saat itu, petugas harus bekerja menangani sampah yang dihasilkan masyarakat, mulai dari pengambilan, pemilahan hingga penanganan sampah yang masuk ke TPS3R.

Petugas pengambil sekaligus pemilah sampah TPS3R Harum Sehat, Riyanto, saat ditemui Jumat (6/11/2026), bersama Heri dan Syaiful selaku Ketua Unit Pelaksana Teknis (UPT) Persampahan Desa Junrejo, menceritakan kondisi yang dihadapi petugas selama menjalankan aktivitas pengelolaan sampah.

“Setelah penutupan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tlekung pada 30 Agustus 2023, kami bertiga langsung bekerja di TPS3R Dusun Rejoso Desa Junrejo ini. Kebetulan, satu orang hari ini izin tidak bisa masuk,” tutur Riyanto.

Menurutnya, kondisi sampah yang dikumpulkan dari rumah warga saat ini justru semakin memprihatinkan. Sampah organik dan anorganik yang seharusnya dipisahkan sejak dari sumbernya, kini kembali tercampur dalam satu wadah.

“Sampah yang kami ambil dari rumah warga, saat ini tambah parah karena belum terpilah antara sampah organik dengan sampah anorganik. Dulu saat penutupan TPA Tlekung, warga masih mau memilah sampah dari rumah tangga. Sekarang sudah dicampur lagi menjadi satu tempat,” jelasnya.

Foto Riyanto (t-shirt warna hijau), saat ditemui Jumat (6/11/2026), bersama Heri dan Syaiful selaku Ketua Unit Pelaksana Teknis (UPT) Persampahan Desa Junrejo.

Beban Pemilahan Bertambah, Petugas Bekerja hingga Sore

Persoalan sampah yang tidak terpilah berdampak langsung terhadap beban kerja petugas TPS3R. Dengan jumlah tenaga kerja yang terbatas, proses pemilahan membutuhkan waktu lebih lama karena petugas harus kembali memisahkan sampah yang seharusnya sudah dipilah sejak dari rumah.

Riyanto menjelaskan, aktivitas pengambilan dan pemilahan sampah berlangsung enam hari dalam sepekan, mulai Senin hingga Sabtu. Sementara hari Minggu menjadi hari libur petugas.

“Jam bekerja kami mulai berangkat jam 08.00 sampai selesai pemilahan sampahnya, hingga jam 16.00 bahkan sampai jam 17.00. Kalau belum selesai, diselesaikan besoknya,” tambahnya.

Keterbatasan tenaga kerja juga menyebabkan penanganan sampah organik belum bisa dilakukan secara optimal. Untuk sementara, sampah organik yang terkumpul hanya ditumpuk di halaman TPS3R.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah di tingkat TPS3R tidak cukup hanya mengandalkan fasilitas dan tenaga petugas. Partisipasi masyarakat untuk melakukan pemilahan sejak dari rumah menjadi faktor penting agar proses pengolahan berjalan lebih efektif.

Sampah Beling dan Tusuk Sate Membahayakan Petugas

Selain persoalan sampah organik dan anorganik yang tercampur, Riyanto juga menyoroti keberadaan sampah berbahaya yang kerap ditemukan dalam tumpukan sampah rumah tangga.

Jenis sampah seperti pecahan kaca atau beling dan tusuk sate berpotensi melukai petugas saat melakukan pengambilan maupun pemilahan sampah.

Karena itu, ia berharap masyarakat Dusun Rejoso memiliki kepedulian lebih besar terhadap keselamatan petugas dengan memisahkan sampah berbahaya dan mengemasnya secara khusus sebelum dibuang.

“Saya berharap kepada warga Dusun Rejoso agar mau memilah antara sampah organik dan anorganik. Juga sampah yang jenis berbahaya agar disendirikan tempatnya, seperti beling dan tusuk sate, supaya dikemas terpisah karena itu membahayakan kami yang di TPS3R,” pungkas Riyanto.

Pemilahan sampah harus dimulai dari rumah tangga. Tanpa perubahan perilaku masyarakat, petugas TPS3R akan terus menghadapi beban pemilahan tambahan, sementara sampah organik yang berpotensi diolah menjadi kompos belum tertangani secara maksimal.

Persoalan di TPS3R Harum Sehat menjadi pengingat bahwa pengelolaan sampah bukan semata-mata tanggung jawab petugas. Keberhasilan sistem pengelolaan sampah membutuhkan keterlibatan seluruh warga, mulai dari memilah, mengemas, hingga membuang sampah sesuai jenisnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *