Kota Batu, Pintubatunews.com – Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Dusun Krajan, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, terus berupaya meningkatkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Berlokasi di Jalan Ngasman Ali RT 03 RW 02, TPS3R ini berada di tengah kawasan permukiman warga dengan kondisi lingkungan yang cukup padat.
Lokasi TPS3R Krajan berbatasan langsung dengan sejumlah fasilitas umum dan permukiman. Di sebelah selatan terdapat Taman Kanak-Kanak (TK) dan masjid, sebelah timur berdekatan dengan Poliklinik Desa, sedangkan sisi barat dan utara berbatasan dengan rumah penduduk.
Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) TPS3R Krajan, Teguh, saat ditemui pada Rabu (4/11/2026), didampingi Pendamping TPS3R Desa Pandanrejo dan Desa Punten dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Andik Wahyudi, menjelaskan bahwa TPS3R Krajan mulai beroperasi sejak April 2024.
“Jumlah pelanggan yang kami layani kurang lebih 400 rumah. Iuran pengelolaan sampah sebesar Rp25.000 per rumah tangga setiap bulan,” tutur Teguh.
Dalam menjalankan operasionalnya, TPS3R Krajan didukung empat orang pekerja yang bertugas mengambil sampah dari rumah warga sekaligus melakukan pemilahan di lokasi TPS3R. Kegiatan operasional dimulai pukul 07.30 hingga 16.00 WIB, setiap minggunya beroperasi di hari Rabu dan Minggu saja.
Menurut Teguh, pengurus KSM terus berupaya mengoptimalkan pemilahan sampah, terutama sampah organik. Sampah organik yang telah dipilah sementara ditempatkan di dalam greenhouse atau rumah plastik yang secara khusus disiapkan untuk menampung sampah organik.

Di dalam greenhouse tersebut, pengurus berencana memasang sekat menggunakan kawat harmonika. Dengan sistem ini, penutupan menggunakan terpal diharapkan lebih mudah dilakukan sehingga dapat membantu mengurangi potensi bau tidak sedap yang mengganggu lingkungan sekitar.
“Kendala yang pernah kami alami adalah air hujan masuk ke dalam tempat penyimpanan, sehingga sampah organik menjadi basah dan tidak bisa kering. Padahal, kondisi sampah organik perlu dijaga agar proses pengelolaannya bisa berjalan dengan baik,” jelasnya.
Teguh mengungkapkan, pihaknya sebenarnya berharap dapat memiliki rumah kompos sebagaimana yang telah dimiliki sejumlah TPS3R di desa maupun kelurahan lain di Kota Batu. Namun, keinginan tersebut masih terkendala keterbatasan lahan yang tersedia.
“Kami ingin mengajukan pembangunan rumah kompos seperti TPS3R di desa dan kelurahan lainnya di Kota Batu, tetapi sampai sekarang masih terkendala lahan atau tempat yang belum tersedia,” ungkapnya.
Selain berharap adanya dukungan fasilitas, pengurus KSM TPS3R Krajan juga berkeinginan melakukan studi tiru ke TPS3R lain yang telah berhasil mengelola sampah organik menjadi kompos dengan baik, terutama yang mampu meminimalkan bau tidak sedap dan menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat di sekitarnya.
“Kami juga ingin studi tiru ke rumah kompos desa lainnya yang sudah berhasil mengelola kompos tanpa bau dan tidak sampai diprotes warga sekitar,” pungkas Teguh penuh harap.
Keberadaan TPS3R Krajan dengan sekitar 400 pelanggan menjadi bagian penting dalam upaya pengurangan sampah dari sumbernya. Namun, dukungan sarana dan prasarana yang memadai, khususnya fasilitas pengolahan sampah organik, masih diperlukan agar pengelolaan sampah dapat berjalan lebih optimal sekaligus menjaga kenyamanan lingkungan permukiman.













