Kota Bekasi_Pintubatunews.com_ Tempat Pemrosesan Akhir sampah (TPA) Sumurbatu Kota Bekasi disemprot dengan eco enzyme sejak (9/8/2026) hingga (15/8/2026). Tujuan penyemprotan ini untuk mengurai polusi agar udara lebih sehat. Kegiatan ini terlaksana berkat kerjasama antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, relawan eco enzyme Bekasi, dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Bekasi.

Emmy Yuli adalah relawan Eco Enzyme Nusantara (EEN) cabang Bekasi yang pertama kali mencetuskan ide penyemprotan eco enzyme di TPA ini. Terdorong kegelisahan akan berita heboh yang menyatakan betapa tingginya kadar gas metana di TPA Bantar Gebang Bekasi. Sebagai anggota masyarakat yang peduli akan lingkungannya dia ingin melakukan penyemprotan eco enzyme untuk mengatasi hal itu. Dikarenakan belum pernah melakukan penyemprotan di TPA, Emmy Yuli berkonsultasi jarak jauh dengan Gung Endah Tuti Rahayu. Pegiat eco enzyme di Kota Batu yang sudah berhasil melakukan penyemprotan eco enzyme di TPA Tlekung Kota Batu bekerjasama dengan DLH Kota Batu. Juga pernah melakukan penyemprotan eco enzyme di Piyungan Bantul Yogyakarta bekerjasama dengan PMI Bantul dan Relawan eco enzyme Bantul.
Lewat sambungan selulernya Gung Endah Praktisi Pendamping Percepatan Pengelolaan Persampahan pada DLH Kota Batu divisi eco enzyme Senin (10/8/2026) menyampaikan, “Untuk mendukung keberhasilan penyemprotan eco enzyme di TPA Sumurbatu Bekasi, saya rela terjun langsung mendampingi relawan EEN Bekasi dan pihak Damkar Bekasi dipandu oleh pegawai DLH Kota Bekasi untuk memahami zona-zona sampah di TPA Sumurbatu Bekasi. Survey ini sangat diperlukan mengingat kondisi TPA Sumurbatu Bekasi berbeda dengan TPA Tlekung Batu maupun di TPST Piyungan Bantul Yogyakarta.”

“Para relawan EEN Bekasi sangat bersemangat mendukung dengan mengirimkan bergalon-galon eco enzyme ke DLH Kota Bekasi. Tanggal (9/8/2026) jam 21.30 berhasil disemprotkan 10.000 liter air yang sudah dicampur dengan eco enzyme 2 liter sehingga perbandingannya adalah 1:5000, “jelasnya.
“Melihat lokasi gunungan sampah pihak Damkar menyarankan untuk melakukan penyemprotan eco enzyme tidak memakai selang melainkan pakai water canon. Dari pantauan semua yang hadir saat penyemprotan baik dari relawan EEN Bekasi, DLH Bekasi maupun petugas Damkar menyatakan bahwa hasilnya cukup memuaskan. Yaitu 10 menit setelah penyemprotan selesai, bau sampah yang menyengat sangat berkurang, cairan aman, dan sama sekali tidak mengakibatkan perih di mata bahkan udara terasa lebih sejuk serta segar, “tuturnya.
“Kegiatan ini akan dilanjutkan hingga (15/8/2026) sementara sumbangan eco enzyme masih terus berdatangan ada dari Yayasan Upakara maupun relawan eco enzyme tanpa komunitas, hal ini menunjukkan betapa masyarakat merindukan lingkungan yang bersih, bebas bau dan polusi lainnya, “pungkas Gung Endah mengakhiri sambungan selulernya.












