Kota Batu, Pintubatunews.com – Dukungan dunia usaha terhadap pengelolaan sampah berbasis masyarakat kembali hadir di Kota Batu. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan, Unilever menjalin kerja sama dengan sejumlah Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) pengelola Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Kota Batu dan Kabupaten Malang.
Penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) program CSR tersebut berlangsung di TPS3R Dadaprejo Makmur, Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Rabu (14/10/2026).
Kegiatan ini diikuti para ketua KSM TPS3R dari Kota Batu, yakni KSM Dadaprejo Makmur, Kelurahan Dadaprejo; KSM Sejahtera, Dusun Caru, Desa Pendem; KSM Temas Sae Bersatu, Kelurahan Temas; KSM Rejeki Barokah, Dusun Segundu, Desa Sumbergondo; KSM Paba Asri, Dusun Payan, Desa Punten; serta KSM Jalibar Berseri, Desa Oro-Oro Ombo. Turut bergabung salah satu KSM dari Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang.
Penandatanganan MoU tersebut disaksikan Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Eni Maulidiyah, ST, M.Si.

Ketua KSM Sejahtera Dusun Caru, Desa Pendem, Sri Rahma, saat ditemui bersama Ketua KSM Rejeki Barokah Dusun Segundu, Desa Sumbergondo, serta Sekretaris KSM Dadaprejo Makmur, menjelaskan bahwa program CSR Unilever memberikan dukungan finansial yang berkaitan dengan catatan penjualan sampah plastik.
“Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), perusahaan Unilever memberikan bantuan berupa kompensasi uang yang dihitung dari catatan penjualan plastik dalam satu bulan. Nilainya mencapai Rp1.500.000 atau lebih. Jadi, mereka nantinya memeriksa nota penjualannya setiap akhir bulan,” tuturnya.
Menurut Sri Rahma, kesepakatan kerja sama tersebut berlaku untuk periode Juni hingga Desember 2026. Dalam skema kompensasi yang dijelaskan, terdapat pemberian sebesar Rp100.000 setiap bulan serta tambahan senilai Rp1.000.000 dalam satu tahun.
Dana yang diterima dari program CSR tersebut rencananya akan dimanfaatkan untuk membeli sarana pendukung pengolahan sampah di TPS3R. Dengan demikian, bantuan yang diberikan diharapkan dapat menunjang operasional sekaligus meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah di tingkat masyarakat.
“Dari uang kompensasi CSR tersebut, rencananya kami belikan untuk sarana pengolahan sampah di TPS3R. Kehadiran perusahaan Unilever ini sebagai bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan di Kota Batu,” jelasnya.
Ia menambahkan, program CSR Unilever serupa pernah berlangsung pada 2025 dan kembali dilaksanakan pada 2026, dengan periode kerja sama yang dimulai sejak Juni hingga Desember.

Para pengelola TPS3R menyambut baik keberlanjutan program tersebut. Mereka berharap dukungan perusahaan tidak berhenti pada satu pihak saja, tetapi dapat menginspirasi perusahaan lain untuk turut berkontribusi dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Menurut mereka, keterlibatan dunia usaha sangat dibutuhkan untuk membantu penyediaan sarana pengolahan, memperkuat kegiatan pemilahan, serta mendorong pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.
Dengan adanya kemitraan antara perusahaan dan KSM TPS3R, pengelolaan sampah diharapkan tidak hanya bergantung pada kemampuan swadaya masyarakat, tetapi juga memperoleh dukungan nyata dari sektor usaha demi menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di Kota Batu dan Kabupaten Malang.












