Kota Batu, Pintubatunews.com – Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Langgeng Mulyo RW 07, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu, terus menjalankan pelayanan pengelolaan sampah rumah tangga. Berdiri sejak 23 September 2024 di atas tanah aset Pemerintah Kota Batu, TPS3R ini melayani 600 rumah pelanggan dengan iuran sampah sebesar Rp25.000 per bulan.
TPS3R Langgeng Mulyo juga menjadi lokasi kunjungan pengurus KSM TPS3R dari Desa Sumbergondo, Desa Pendem, dan Kelurahan Dadaprejo. Kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung kegiatan pengangkutan, pemilahan, dan pengolahan sampah yang dilakukan di TPS3R Langgeng Mulyo.
Ketua KSM TPS3R Langgeng Mulyo RW 07, Tamaji, saat ditemui pada Rabu (14/10/2026), didampingi sekretaris dan bendahara, menjelaskan bahwa dirinya mulai menjabat sebagai ketua sejak Maret 2026, menggantikan Supriyono.
“Saya ditunjuk menjadi Ketua KSM sejak Maret 2026. Sebelumnya, ketua dijabat oleh Pak Supriyono. Sekretaris saat ini Pak Meseri, yang sebelumnya dijabat Pak Mujianto, sedangkan bendahara Ibu Nur Kaidah,” tutur Tamaji.

Layani Delapan RT dengan Delapan Pekerja
Tamaji menjelaskan, wilayah RW 07 Kelurahan Temas terdiri atas sembilan RT. Namun, pelayanan pengangkutan sampah oleh KSM TPS3R Langgeng Mulyo mencakup delapan RT, karena satu RT lainnya telah melakukan pengelolaan sampah secara mandiri.
Dengan jumlah pelanggan mencapai 600 rumah, kegiatan pengangkutan dan pengolahan sampah dilakukan setiap hari tanpa hari libur. TPS3R Langgeng Mulyo memiliki empat unit motor Tossa untuk mengambil sampah dari rumah warga, tetapi satu unit di antaranya saat ini mengalami kerusakan.
“Dari jumlah pelanggan 600 rumah, setiap hari sampah yang masuk ke TPS3R antara empat hingga lima Tossa,” jelasnya.
Untuk mendukung operasional, KSM TPS3R Langgeng Mulyo memiliki delapan pekerja dengan pembagian tugas yang berbeda. Sebanyak empat orang bertugas mengambil dan mengangkut sampah dari warga, dua orang menangani pemilahan, dan dua orang lainnya bertugas menangani sampah residu.
Jam kerja dimulai pukul 07.00 WIB hingga pekerjaan selesai, biasanya antara pukul 14.00 sampai 15.00 WIB.
30 Tong Komposter Aerob untuk Sampah Buah
Dalam pengolahan sampah organik, TPS3R Langgeng Mulyo memanfaatkan 30 tong komposter aerob. Sarana ini terutama digunakan untuk mengolah sampah buah-buahan yang berasal dari rumah tangga maupun pedagang buah di sepanjang jalan raya.
Sementara itu, sampah sisa makanan dipisahkan untuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Menurut Tamaji, sampah tersebut diambil oleh pembeli yang menggunakannya untuk pakan bebek dan entok.
“Untuk sampah organik, kami menggunakan 30 tong komposter aerob, terutama untuk sampah buah-buahan, baik dari warga maupun pedagang buah yang ada di pinggir jalan raya. Sedangkan sampah jenis sisa makanan diambil pembeli untuk pakan ternak bebek dan entok,” pungkasnya.
Pemanfaatan sampah organik tersebut menjadi salah satu upaya untuk mengurangi sampah yang harus dibuang sebagai residu. Melalui pemilahan berdasarkan jenisnya, sampah buah dapat diolah menggunakan komposter aerob, sedangkan sisa makanan dimanfaatkan kembali sebagai pakan ternak.
Keberadaan TPS3R Langgeng Mulyo RW 07 Kelurahan Temas diharapkan terus mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kota Batu. Kunjungan pengurus KSM dari sejumlah desa dan kelurahan juga membuka peluang pertukaran pengalaman dalam mengembangkan pengelolaan sampah yang sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah.













