Kabupaten Malang, Pintubatunews.com – Paguyuban Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) se-Kota Batu menggelar kegiatan family gathering ke Pantai Tanjung Penyu berada di Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang,pada Minggu (25/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, sekaligus menikmati keindahan alam pesisir pantai.
Sebanyak 33 peserta mengikuti kegiatan tersebut dengan menggunakan satu unit minibus berkapasitas 33 tempat duduk. Rombongan berangkat dari Kota Batu dengan titik penjemputan yang telah ditentukan panitia. Perjalanan menuju kawasan pantai di Kabupaten Malang tersebut terganggu kemacetan lebih dari satu jam dengan adanya pembangunan proyek 2 unit jembatan.

Setibanya di Pantai Tanjung Penyu, peserta disambut suasana pantai yang indah dan menarik. Hamparan pasir, bentangan laut biru, serta deburan ombak yang berpadu dengan semilir angin laut menghadirkan suasana yang menyegarkan bagi para peserta setelah menempuh perjalanan dari Kota Batu.
Keindahan panorama pesisir menjadi daya tarik tersendiri. Peserta dapat menikmati pemandangan laut, mengabadikan momen kebersamaan, serta melepas penat di tengah suasana alam yang berbeda dari rutinitas sehari-hari dalam pengelolaan sampah.
Bagi para pengelola TPS3R, kegiatan ini bukan sekadar perjalanan wisata. Kebersamaan di luar aktivitas kerja diharapkan dapat memperkuat komunikasi, menumbuhkan rasa kekeluargaan, dan meningkatkan semangat kolaborasi di antara anggota KSM dari berbagai wilayah di Kota Batu.
Pantai Tanjung Penyu dipilih sebagai salah satu tujuan wisata karena menawarkan suasana pesisir yang menarik untuk menikmati alam sekaligus menghabiskan waktu bersama. Keindahan pantai juga menjadi pengingat pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, termasuk kawasan pesisir yang rentan terhadap pencemaran sampah.

Setelah menikmati suasana Pantai Tanjung Penyu, rombongan dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju Pantai Sendang Biru. Perjalanan antarlokasi diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu jam, dengan agenda kunjungan hingga pukul 17.00 WIB.
Kegiatan family gathering ini terselenggara melalui kerja sama Paguyuban KSM TPS3R se-Kota Batu dengan startup Resik-Resik, PT Mahija dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan hubungan antarpengelola TPS3R semakin solid. Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan dapat mendukung kerja sama yang lebih baik dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Kota Batu. Menikmati keindahan alam sekaligus menjaga lingkungan menjadi pesan penting dalam kegiatan ini. Pantai yang bersih dan lestari merupakan tanggung jawab bersama agar keindahan pesisir tetap dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
Usai makan malam, Ketua Paguyuban KSM TPS3R Sunarto menyampaikan, “Acara hari ini luar biasa, kita sudah saling akrab antara pengurus KSM TPS3R se Kota Batu. Kami atas nama Ketua Paguyuban KSM mengucapkan terimakasih kepada bapak ibu pengurus KSM TPS3R yang sudah mengikuti acara hari ini. Begitu juga kepada PT Mahija, kami semua sangat berterimakasih atas terealisasinya rencana-rencana kami yang selama ini masih sekedar wacana. Juga kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu terutama kepada Bu Endang dan Bu Eni atas supportnya kepada kami semuanya.”

“Dengan terealisasi kegiatan hari ini semoga kerjasama ke depannya dengan PT Mahija bisa lebih baik lagi. Dan tentunya memotivasi kami semua sebagai pegiat lingkungan, mudah-mudahan pendampingan yang direncanakan segera teralisasi. Ke depannya kalau bisa semua pengurus KSM TPS3R lebih open management, laporan keuangannya juga akuntabel supaya bisa tidak ada yang disembunyikan. Kalau terbuka kita khan enak, bisa saling melengkapi satu dengan lainnya apakah posisi keuangan surplus atau minus paling tidak ada solusi kedepannya. Kita harus mengkreasikan banyak hal untuk menghasilkan sesuatu, terutama untuk TPS3R yang sudah dihentikan subsidi operasionalnya dari Desa atau Kelurahan masing-masing. Bagi TPS3R yang masih mendapat subsidi dari Desa Kelurahan berbahagialah, tapi cepat atau lambat pasti akan berkurang. Maka dari itu kita belajar lebih kreatif supaya menghasilkan pendapatan, sehingga lebih siap kalau subsidi dihentikan, “pungkas Sunarto.












