Kota Batu, Pintubatunews.com — Tumpukan popok bekas pakai atau pampers ditemukan dibuang secara liar ke aliran Sungai Brantas di kawasan jembatan Prambatan, Desa Gunungsari, menuju Dusun Sukorembug, Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Kota Batu, Minggu (4/10/2026).
Temuan tersebut mencuat dalam aksi lingkungan Sabers Pungli (Sapu Bersih Nyemplung Kali) #191 hari kedua yang mengusung tema “Nawa Warsa Bhakti Ing Tirta”. Aksi dipusatkan di kawasan jembatan Dusun Prambatan dan melibatkan sekitar 450 peserta dari berbagai unsur.
Titik kumpul peserta berada di Kebun Percobaan Punten atau Kebun Jeruk IP2MP (Instalasi Pengujian dan Penerapan Modernisasi Pertanian), Desa Sidomulyo. Selanjutnya peserta bergerak menuju Sungai Brantas untuk melakukan aksi bersih-bersih.

Penggerak Sabers Pungli, Herman Aga, mengatakan kegiatan tersebut dihadiri Walikota Batu Nurochman, Walikota Batu periode 2017–2022 yang kini menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Timur periode 2024–2029 Dewanti Rumpoko, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Batu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Kepala Desa Sidomulyo serta sejumlah unsur lainnya.
Dari unsur peserta, Poltekad mengerahkan sekitar 100 personel. Kemudian mahasiswa dan dosen Universitas Negeri Malang (UM) sekitar 150 orang, mahasiswa Universitas Brawijaya dan Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang sekitar 50 orang, PKK Kota Batu 50 orang, serta unsur perangkat daerah Pemkot Batu, Kepolisian dan masyarakat sekitar 100 orang.
Total peserta diperkirakan mencapai 450 orang.
Dalam aksi tersebut, Walikota Batu Nurochman juga turun langsung ke Sungai Brantas di sebelah timur jembatan untuk memunguti sampah bersama peserta. Setelah itu, dilakukan pula pelepasan bibit ikan ke sungai.
Usai mengikuti kegiatan, Walikota memantau langsung kondisi sepanjang aliran Sungai Brantas yang menjadi lokasi aksi bersih-bersih.
Saat melakukan pemantauan, Kepala DLH Kota Batu Dian Fachroni Kurniawan menyampaikan adanya temuan sampah pampers dalam jumlah cukup banyak yang dibuang ke sungai.
Menurut informasi yang disampaikan kepada Walikota, pembuangan pampers tersebut perlu ditelusuri sumbernya. Dian menyebut kemungkinan sampah tersebut berasal dari fasilitas tertentu seperti rumah sakit atau panti jompo, namun hal tersebut masih memerlukan penelusuran lebih lanjut.
Pampers bekas merupakan sampah yang harus ditangani sebagai residu dan tidak semestinya dibuang ke badan sungai.
Mendapati temuan tersebut, Walikota Batu meminta Kepala Desa Sidomulyo Subandri segera melakukan langkah pengawasan di sekitar jembatan Prambatan-Sukorembug.
“Telah ditemukan pembuangan sampah popok bekas dalam jumlah yang banyak di Sungai Brantas. Saya berharap Kepala Desa Sidomulyo segera memasang CCTV di sekitar jembatan Prambatan-Sukorembug, sehingga pelaku yang membuang sampah bisa diketahui,” pesan Walikota.

Kepala Desa Sidomulyo Subandri menyambut baik usulan tersebut dan menyatakan akan segera menindaklanjutinya.
Menurut Subandri, pemasangan CCTV diharapkan dapat membantu mengidentifikasi pihak yang membuang sampah secara sembarangan. Apabila nantinya ditemukan pelaku, pihak desa akan melakukan langkah sesuai ketentuan agar kejadian serupa tidak terulang.
Di lapangan, peserta Sabers Pungli mengumpulkan sampah yang ditemukan di sepanjang aliran sungai dan memasukkannya ke dalam karung plastik. Sampah yang terkumpul kemudian diangkut menggunakan truk milik DLH Kota Batu.
Namun, dari pantauan di lokasi, masih terdapat catatan dalam pelaksanaan aksi tersebut. Sebelum peserta turun ke sungai, belum seluruh peserta mendapatkan pembekalan teknis mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik.
Akibatnya, masih ditemukan peserta yang memungut sampah tanpa melakukan pemilahan terlebih dahulu. Sampah yang dikumpulkan kemudian langsung dimasukkan ke dalam karung dan dibawa menuju kendaraan pengangkut.
Temuan pampers di Sungai Brantas sekaligus menjadi pengingat bahwa aksi bersih sungai tidak cukup hanya mengangkat sampah dari badan sungai. Pengawasan terhadap titik rawan pembuangan liar, edukasi masyarakat, pemilahan sejak dari sumber serta penelusuran terhadap asal sampah menjadi bagian penting untuk mencegah sampah kembali mencemari aliran sungai.













