Sosok Inspiratif: Dari Tumpukan Sampah untuk Lingkungan Bersih, Kisah Pengabdian Anis Suciati di TPS3R Dadaprejo

Foto Sosok Inspiratif Anis Suciati dari TPS3R Kelurahan Dadaprejo

Kota Batu – www.pintubatunews.com – Tidak semua orang bersedia bekerja berhadapan langsung dengan sampah. Bau yang tidak sedap, tumpukan sampah rumah tangga, hingga harus memilah satu per satu antara sampah organik dan anorganik menjadi bagian dari pekerjaan yang tidak mudah.

Namun, bagi Anis Suciati, pekerjaan sebagai petugas pemilah sampah justru telah menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya. Perempuan kelahiran 1975 tersebut telah lebih dari satu dekade mengabdikan diri sebagai anggota Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.

Anis yang tinggal di RT 1 RW 7 Dusun Dadaptulis Dalam, Kelurahan Dadaprejo, mulai bekerja di TPS3R sejak fasilitas tersebut dibangun oleh Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur melalui anggaran tahun 2015.

TPS3R Kelurahan Dadaprejo mulai beroperasi pada awal 2016. Anis masih mengingat dengan jelas tanggal ketika dirinya mulai menjalankan tugas.

“Saya masih ingat, mulai masuk kerja tanggal 6 Maret 2016,” kenangnya. Sejak saat itu, hari-harinya diisi dengan aktivitas pengelolaan sampah. Ia bekerja mulai pukul 07.00 hingga 15.00 WIB. Waktu yang panjang tersebut dijalani secara konsisten hingga kini.

Lebih dari 10 tahun berada di lingkungan TPS3R membuat Anis semakin terbiasa dengan pekerjaannya. Menurutnya, pekerjaan sebagai pemilah sampah memang bukan pekerjaan yang diminati semua orang. Selain membutuhkan ketelatenan dan tenaga, petugas harus siap berhadapan dengan berbagai jenis sampah dan aroma yang tidak sedap. Namun bagi Anis, semua itu bukan lagi menjadi persoalan. “Saya sudah merasa cocok bekerja di TPS3R,” ujarnya.

Pergantian Tugas Setiap Bulan

Dalam kegiatan sehari-hari, para petugas TPS3R Kelurahan Dadaprejo memiliki pembagian tugas yang dilakukan secara bergantian setiap bulan. Ada petugas yang bertanggung jawab mengambil sampah dari masyarakat, sementara petugas lainnya bertugas melakukan pemilahan.

Sampah yang datang menggunakan kendaraan motor Tossa kemudian diturunkan untuk dipilah. Sampah dipisahkan berdasarkan jenisnya, antara lain sampah organik dan anorganik.

Saat ini, Anis mendapat bagian untuk melakukan pemilahan sampah anorganik, khususnya plastik. Sampah plastik yang telah dipilah selanjutnya dikumpulkan dan dipersiapkan untuk dijual sehingga memiliki nilai ekonomi. Bagi Anis, aktivitas tersebut bukan sekadar pekerjaan untuk mendapatkan penghasilan. Ada makna yang lebih besar di balik pekerjaannya.

Menjadi Garda Terdepan Kebersihan Lingkungan

Selama bertahun-tahun bekerja sebagai pemilah sampah, Anis menyadari bahwa keberadaan petugas TPS3R memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Setiap sampah yang dipilah berarti ada sebagian sampah yang tidak langsung berakhir menjadi tumpukan di tempat pembuangan akhir. Sampah yang masih memiliki nilai guna dapat dipisahkan dan dimanfaatkan kembali, sementara sampah organik maupun jenis sampah lainnya dapat dikelola sesuai karakteristiknya.

“Sebagai pekerja di TPS3R ini saya merasa menjadi garda terdepan dalam menjaga kebersihan lingkungan masyarakat,” tutur Anis dengan tersipu malu.

Ia mengakui, pekerjaan tersebut memang memberikan penghasilan secara materi. Namun ada kepuasan lain yang tidak kalah penting, yakni ketika dirinya mengetahui bahwa pekerjaan yang dilakukan setiap hari ikut memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Menurut Anis, menjadi pemilah sampah memberikan kepuasan batin karena dapat berkontribusi secara langsung menjaga kebersihan, kelestarian lingkungan, sekaligus mengurangi beban tumpukan sampah di bumi.

Infografis, ayo pilah sampah dari sumbernya

Pekerjaan yang Sering Dipandang Sebelah Mata

Pekerjaan pemilah sampah terkadang masih dipandang sebelah mata. Padahal, tanpa kehadiran mereka, sampah rumah tangga yang dihasilkan masyarakat setiap hari akan jauh lebih sulit dikelola.

Anis dan rekan-rekannya berada di salah satu mata rantai penting pengelolaan sampah. Mereka bekerja ketika sebagian besar masyarakat sudah menyerahkan sampahnya dan berharap lingkungan tetap bersih.

Di balik bau sampah yang menyengat dan pekerjaan yang membutuhkan ketelatenan, terdapat kontribusi nyata para pemilah sampah terhadap keberlangsungan lingkungan.

Lebih dari sepuluh tahun perjalanan Anis di TPS3R Kelurahan Dadaprejo menjadi gambaran bahwa pengelolaan sampah bukan hanya persoalan teknologi dan fasilitas. Di dalamnya terdapat manusia-manusia yang bekerja setiap hari dengan ketekunan, kesabaran, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Bagi Anis Suciati, menjadi pemilah sampah bukan sekadar mencari nafkah. Ia telah menjadikan pekerjaannya sebagai bagian dari pengabdian untuk menjaga kebersihan lingkungan dan membantu mengurangi persoalan sampah yang dihadapi masyarakat.

Dari tempat pengolahan sampah di Kelurahan Dadaprejo, Anis membuktikan bahwa pekerjaan sederhana dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *