Kota Batu_Pintubatunews.com – Upaya menjaga kebersihan lingkungan terus dilakukan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) tempat pengolahan sampah – reduce, reuse, recycle (TPS3R) Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Berbeda dengan pola pengambilan sampah yang dilakukan secara berkala, KSM TPS3R Dadaprejo memilih melakukan pengambilan sampah rumah tangga setiap hari agar sampah tidak menumpuk di lingkungan warga.
Ketua KSM TPS3R Kelurahan Dadaprejo, Sunarto, mengatakan pengangkutan sampah dilakukan oleh enam petugas dengan menggunakan enam unit kendaraan Tossa yang dibagi ke tiga wilayah pelayanan.
Hal tersebut disampaikan Sunarto saat ditemui Senin (31/8/2026), “Pengambilan sampah rumah tangga dari warga dilakukan setiap hari. Kami ada enam orang pengambil sampah dengan enam unit Motor Tossa, di masing-masing tiga wilayah yang berbeda,” tutur Sunarto.
Menurutnya, setiap wilayah memiliki rute pengambilan yang telah disepakati. Petugas mengambil sampah dari titik-titik kumpul yang berada di depan gang, bukan dari depan rumah masing-masing warga.
Kebijakan tersebut diterapkan untuk mempercepat proses pengangkutan. Selain itu, terdapat sejumlah gang yang sempit sehingga tidak memungkinkan kendaraan Tossa masuk.
“Kalau pengambilan dilakukan di depan rumah masing-masing warga akan memakan waktu lebih lama. Ada juga beberapa gang yang sempit dan tidak muat kalau dilewati Tossa. Jadi sejak awal kami sudah sepakat titik kumpul sampah diletakkan di depan gang,” jelasnya.
Sampah Harus Sudah Dikeluarkan Sebelum Pukul 09.00
Sunarto mengingatkan warga agar memperhatikan waktu pembuangan sampah. Petugas mulai bergerak dari TPS3R pada pukul 07.30 WIB, sehingga warga diharapkan sudah menempatkan sampahnya di titik kumpul sebelum petugas melintas. “Kalau ada warga yang mengeluarkan sampahnya di atas jam 09.00, tidak akan terambil,” tegasnya.
Dalam sehari, enam kendaraan Tossa tersebut rata-rata melakukan sekitar 24 hingga 30 kali perjalanan pengangkutan. Volume sampah biasanya meningkat pada hari Selasa dan dapat mencapai sekitar 36 kali perjalanan pengangkutan.
Setiap kendaraan bahkan harus bolak-balik sekitar empat hingga lima kali dalam sehari untuk mengangkut sampah dari wilayah pelayanan menuju TPS3R.
Jadwal Sampah Organik dan Anorganik
KSM TPS3R Dadaprejo juga telah menerapkan jadwal pengambilan berdasarkan jenis sampah.
Untuk sampah basah atau organik, pengambilan dilakukan setiap Senin dan Jumat. Sementara sampah kering atau anorganik dijadwalkan diambil pada Selasa, Kamis dan Sabtu. Namun, Sunarto menegaskan bahwa pemisahan jadwal tersebut tidak berarti petugas akan membiarkan sampah warga menumpuk apabila terjadi kesalahan dalam pemilahan atau jadwal pembuangan.
“Seandainya hari Senin seharusnya pengambilan sampah organik, ternyata masih ada warga yang membuang sampah anorganik, tetap kami bawa ke TPS3R. Pada intinya jangan sampai ada sampah yang masih menumpuk di warga. Urusan di sini kami masih melakukan pemilahan lagi,” katanya.
Menurut Sunarto, prioritas utama adalah memastikan sampah rumah tangga segera terangkut sehingga tidak menimbulkan persoalan baru di lingkungan masyarakat.
“Tujuan dilakukan pengambilan sampah setiap hari agar masyarakat tidak menghasilkan sampah semakin banyak dan sampah basahnya tidak berbau,” imbuhnya.
Layani Seluruh Kelurahan Dadaprejo
Pelayanan KSM TPS3R Dadaprejo mencakup seluruh wilayah Kelurahan Dadaprejo, yang terdiri dari 9 RW dan 36 RT. Setiap pagi sekitar pukul 07.30 WIB, keenam petugas berangkat bersama-sama dari TPS3R menuju wilayah masing-masing sesuai rute yang telah ditentukan.
Dengan pola tersebut, KSM TPS3R Dadaprejo berupaya memastikan sampah rumah tangga tidak terlalu lama berada di lingkungan warga sekaligus mendukung proses pemilahan dan pengolahan sampah di TPS3R.
Berharap Kendaraan Pengangkut Lebih Efisien
Di tengah tingginya aktivitas pengangkutan, Sunarto mengakui penggunaan kendaraan Tossa memiliki konsekuensi pada biaya operasional, terutama konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
Karena itu, pihaknya berharap ke depan KSM TPS3R Dadaprejo dapat memiliki kendaraan roda empat dengan kapasitas angkut lebih besar, sehingga pengangkutan sampah dapat dilakukan lebih efisien.
“Kami berharap bisa memiliki mobil roda empat, misalnya jenis Traga, yang bisa memuat sampah dalam jumlah besar,” harapnya. Keberadaan kendaraan dengan kapasitas lebih besar dinilai dapat mengurangi frekuensi bolak-balik kendaraan menuju TPS3R sekaligus menekan penggunaan BBM.
Bagi KSM TPS3R Dadaprejo, pengangkutan sampah setiap hari bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian dari upaya membangun kebiasaan baru masyarakat dalam mengelola sampah dari lingkungan tempat tinggal.
Sampah tidak dibiarkan menumpuk, warga terlayani setiap hari, dan proses pemilahan tetap dilakukan di TPS3R.












