Sekolah Dasar Islam Terpadu Robbani, Bawa 74 Siswa Belajar Sampah ke TPA Tlekung

Mengusung Tema “Sampahku Tanggung Jawabku”, Siswa Diajak Belajar Memilah Sampah dari Sumber

Kota Batu, Pintubatunews.com — Sebanyak 74 siswa kelas 5 Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Robbani Kabupaten Malang mengikuti kunjungan studi visual ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tlekung, Kota Batu, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Sampahku Tanggung Jawabku” tersebut menjadi bagian dari proyek pembelajaran Jenjang 5 tentang pengolahan sampah. Para siswa didampingi tujuh orang guru untuk melihat secara langsung bagaimana sampah dikelola setelah dikumpulkan dari sumbernya. SDIT Robbani beralamat di Perum Bumi Mondoroko Raya Blok BB-BA, Watugede, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

Koordinator Jenjang 5 SDIT Robbani, Ni’matur Rohmah, mengatakan kunjungan ke TPA Tlekung sengaja dilakukan agar siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai sampah melalui pembelajaran di kelas.

“Tujuan kedatangan kami ke TPA Tlekung sesuai proyek yang diusung oleh Jenjang 5 yaitu tentang pengolahan sampah. Kebetulan kami melihat di TPA Tlekung ini, pengolahan sampahnya sudah cukup modern. Harapannya anak didik kami bisa belajar setelah datang dari TPA sini,” ujar Ni’matur Rohmah.

Foto Guru Ni’matur Rohmah selaku koordinator jenjang 5 bersama 3 siswanya.

Dari TPA, Siswa Belajar Memilah Sampah

Menurut Ni’matur, salah satu tujuan utama kegiatan tersebut adalah membangun kesadaran siswa agar mampu melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.

Ia berharap pengalaman melihat langsung proses pengelolaan sampah dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

“Untuk siswa-siswi semoga bisa memilah sampah sendiri, baik dari lingkungan sekolahnya maupun rumahnya. Sehingga ketika sampah yang masuk ke tempat penampungan sampah sedikit banyak sudah bisa membantu dalam proses pemilahan sampah dari sumbernya,” tuturnya.

Pesan tersebut menjadi bagian penting dari proyek Jenjang 5. Siswa diajak memahami bahwa persoalan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas kebersihan atau tempat pengolahan sampah, tetapi juga menjadi tanggung jawab setiap orang yang menghasilkan sampah.

Tutup Botol Bekas Disulap Jadi Gantungan Kunci

Proyek pengolahan sampah yang dilakukan siswa SDIT Robbani telah berjalan kurang lebih tiga bulan.

Dalam pelaksanaannya, siswa tidak hanya belajar memilah sampah, tetapi juga mencoba memanfaatkan barang bekas menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah mengumpulkan tutup botol bekas minuman untuk kemudian dimanfaatkan menjadi gantungan kunci.

Selain itu, sejumlah siswa memiliki fokus pada kegiatan pemilahan sampah. Mereka juga menggagas pembuatan tempat sampah berdasarkan jenisnya.

“Anak-anak ada yang langsung membuat tempat sampah tiga macam, ada tempat sampah organik, sampah anorganik dan sampah B3,” jelas Ni’matur.

Foto Rohim Nursholeh Tim Pendamping Percepatan Pengelolaan Persampahan pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu divisi big komposter saat mengedukasi sampah pada rombongan siswa laki-laki.

Tiga Jenis Tempat Sampah di Depan Kelas

Gagasan pembuatan tempat sampah tersebut muncul dari kondisi di lingkungan sekolah. Meskipun sekolah telah menyediakan tempat sampah berdasarkan jenisnya, penerapannya dinilai masih belum sepenuhnya tertib.

Siswa kemudian mengusulkan agar di depan setiap kelas tersedia tempat sampah yang memudahkan mereka membuang sampah sesuai jenisnya.

“Di sekolah kami sudah ada tempat untuk itu, tetapi anak-anak masih melihat belum tertib mereka membuang sampah sesuai jenisnya. Jadi ide mereka bagaimana di depan kelas-kelas itu tersedia tiga jenis tempat sampah tersebut,” kata Ni’matur.

Menurutnya, proyek tersebut masih tergolong baru dan terus dikembangkan sebagai bagian dari proses pembelajaran siswa.

Belajar Sampah Tidak Berhenti di TPA

Kunjungan ke TPA Tlekung menjadi pengalaman langsung bagi para siswa untuk memahami perjalanan sampah setelah dibuang dari rumah maupun sekolah.

Melalui proyek tersebut, siswa diharapkan tidak hanya mengetahui jenis-jenis sampah, tetapi juga memahami pentingnya mengurangi sampah, menggunakan kembali barang yang masih dapat dimanfaatkan, serta memilah sampah sejak dari sumbernya.

Tema “Sampahku Tanggung Jawabku” akhirnya tidak sekadar menjadi tema kegiatan. Pesan tersebut diharapkan menjadi kebiasaan baru siswa: sebelum membuang sampah, kenali jenisnya; sebelum menghasilkan sampah, pikirkan cara menguranginya.

Infografis, ayo pilah sampah dari sumbernya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *