Rumput Sulit Dicari, Sampah Sayur Jadi Pakan Sapi! Produksi Kompos TPS3R Rejeki Barokah Desa Sumbergondo Menurun

Kota Batu, Pintubatunews.com – Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Rejeki Barokah yang berada di Jalan Joko Budu RT 01 RW 02, Dusun Segundu, Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, terus mengembangkan pemanfaatan sampah organik menjadi kompos.

Ketua KSM TPS3R Rejeki Barokah, Juma’ati, mengatakan sebanyak 3 ton kompos hasil pengolahan sampah organik telah dipanen dan dibeli oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu.

“Saat ini masih ada stok 3,5 kwintal yang rencananya mau kami pakai sendiri untuk menanam bawang merah, cabai dan sayuran di lahan sekitar TPS3R ini,” tutur Juma’ati saat ditemui, Senin (21/9/2026).

Menurut Juma’ati, produksi kompos di TPS3R Rejeki Barokah saat ini mengalami penyesuaian karena volume sampah organik yang masuk ke rumah kompos menurun selama musim kemarau.

“Semenjak musim kemarau empat bulan ini volume sampah organik hasil pemilahan yang dibawa ke rumah kompos mulai berkurang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu penyebab berkurangnya sampah organik adalah banyaknya sisa sayuran dari pedagang yang tidak masuk ke rumah kompos. Sampah tersebut justru dimanfaatkan oleh warga maupun petugas TPS3R untuk dibawa pulang sebagai pakan ternak sapi.

“Karena musim kemarau, mereka kesulitan mencari rumput. Jadi sampah bekas sayur-mayur dari pedagang sayuran banyak yang dimanfaatkan warga maupun petugas TPS3R sendiri untuk pakan ternak,” jelasnya.

Berkurangnya volume bahan baku tersebut membuat proses pengolahan di rumah kompos ikut berubah. Juma’ati mengatakan, untuk sementara sampah organik yang masuk tidak lagi melalui proses pencacahan seperti saat volume sampah melimpah.

“Oleh sebab itu sampah organik yang masuk rumah kompos sudah tidak dicacah lagi karena volumenya berkurang,” katanya.

Sebaliknya, kondisi tersebut diperkirakan akan berubah ketika musim penghujan tiba. Menurut Juma’ati, saat musim hujan volume sampah organik biasanya meningkat karena banyaknya rumput dan bahan organik lainnya.

“Kalau musim penghujan volume sampah organik meningkat karena rumputnya banyak, sehingga mereka tidak mau memanfaatkan sampah sayur yang masuk TPS3R,” ungkapnya.

Bagi TPS3R Rejeki Barokah, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sampah organik di tingkat masyarakat sangat dipengaruhi kondisi lingkungan dan kebutuhan warga. Di satu sisi, sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sementara pada musim kemarau sebagian bahan organik masih memiliki manfaat langsung sebagai pakan ternak.

Dengan stok kompos yang masih tersedia, KSM Rejeki Barokah kini berencana memanfaatkannya untuk kegiatan budidaya tanaman di sekitar TPS3R. Selain menjadi contoh pemanfaatan hasil pengolahan sampah, kegiatan tersebut diharapkan dapat menunjukkan bahwa kompos yang dihasilkan dari sampah rumah tangga dan lingkungan memiliki nilai guna bagi masyarakat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *