Rumah Kompos TPS3R Desa Sidomulyo Optimalkan Pengolahan Sampah Organik, Kompos Diuji untuk Budidaya Bawang Putih

Sebanyak 1 ton kompos hasil rumah kompos TPS3R Dusun Tinjumoyo Desa Sidomulyo telah diaplikasikan pada lahan ketahanan pangan Desa Sidomulyo. Memasuki usia 50 hari, pertumbuhan tanaman mulai menunjukkan hasil yang menjanjikan.

Kota Batu_Pintubatunews.com — Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Dusun Tinjumoyo, Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Kota Batu, terus mengoptimalkan pengelolaan sampah organik melalui pemanfaatan rumah kompos.

Keberadaan rumah kompos dinilai mampu meningkatkan penanganan sampah organik sekaligus menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan kembali untuk sektor pertanian. Salah satunya melalui uji coba penggunaan kompos pada lahan ketahanan pangan milik Pemerintah Desa Sidomulyo untuk budidaya tanaman bawang putih.

Ketua KSM TPS3R Dusun Tinjumoyo, Desa Sidomulyo Fatchur Rochman, mengatakan pihaknya telah melakukan praktik pemanfaatan kompos secara langsung pada tanaman bawang putih. Hal tersebut disampaikan saat ditemui Jumat (28/8/2026), didampingi Aditya selaku Pendamping TPS3R Desa Sidomulyo dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu.

“Untuk kompos yang dihasilkan, kami sudah melakukan praktik sendiri pemanfaatannya di lahan ketahanan pangan Pemerintah Desa Sidomulyo. Dengan membudidayakan tanaman bawang putih, ternyata hasilnya cukup bagus,” ujar Fatchur.

Foto Ketua KSM TPS3R Desa Sidomulyo Fatchur Rochman bersama Aditya Pendamping TPS3R Desa Sidomulyo

Menurutnya, dalam tahap uji coba tersebut, kompos yang diaplikasikan mencapai sekitar 1 ton. Setelah dua minggu pemakaian, perkembangan tanaman mulai menunjukkan hasil yang cukup terlihat.

Saat ini, tanaman bawang putih yang menggunakan kompos hasil produksi rumah kompos tersebut telah memasuki usia sekitar 50 hari.

“Setelah diaplikasikan pada tanaman bawang di lahan ketahanan pangan ini, semoga nanti hasil panennya bagus. Kalau hasil pemakaiannya memang bagus, mungkin ke depan kami bisa bekerja sama dengan Gapoktan,” jelasnya.

 

Siapkan Produksi Kompos Berikutnya

Fatchur menambahkan, KSM TPS3R Dusun Tinjumoyo Desa Sidomulyo juga tengah mempersiapkan produksi kompos berikutnya. Saat ini terdapat dua sel di rumah kompos yang sudah siap untuk digiling.

Namun, proses penggilingan masih menunggu kondisi material benar-benar kering. Diperkirakan dalam waktu sekitar satu minggu, kompos tersebut sudah dapat diproses lebih lanjut.

“Dari dua sel ini kemungkinan bisa menghasilkan kompos siap digunakan sekitar 1,5 ton,” ungkapnya.

Ia berharap hasil uji coba pemanfaatan kompos pada tanaman bawang putih di lahan ketahanan pangan Desa Sidomulyo dapat memberikan hasil yang baik. Jika terbukti efektif, pemanfaatan kompos diharapkan dapat diperluas melalui kerja sama dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) maupun petani di sekitar TPS3R.

“Harapan kami, semoga uji coba penggunaan kompos pada tanaman bawang putih di ketahanan pangan ini hasilnya bagus. Nanti Gapoktan dan petani di sekitar TPS3R ini mau memanfaatkan hasil kompos kami,” pungkas Fatchur.

Pemanfaatan rumah kompos tersebut menjadi salah satu upaya TPS3R Dusun Tinjumoyo Desa Sidomulyo dalam mendorong pengelolaan sampah dari sumbernya. Sampah organik tidak hanya ditangani sebagai limbah, tetapi diolah menjadi kompos yang memiliki nilai manfaat bagi kegiatan pertanian dan ketahanan pangan masyarakat.

Infografis, ayo pilah sampah dari sumbernya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *