Kota Batu, Pintubatunews.com — Upaya memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat terus dilakukan di Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Salah satunya melalui pembangunan Rumah Kompos di Dusun Rejoso yang ditujukan untuk mendukung pengolahan sampah organik sekaligus meningkatkan kapasitas pelayanan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) TPS3R Harum Sehat.
Pembangunan Rumah Kompos yang didanai Pemerintah Kota Batu melalui skema swakelola tersebut mulai dilaksanakan pada Senin (19/10/2026), dengan jangka waktu pengerjaan selama 60 hari kerja. Bangunan berukuran 10 x 12 meter itu dirancang memiliki empat sel pengolahan.
Ketua Unit Pelaksana Teknis (UPT) Persampahan Desa Junrejo, Saiful, menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pelayanan persampahan kepada warga, khususnya di wilayah RW 09 dan RW 10 Dusun Rejoso.
Hal itu disampaikannya saat ditemui bersama Supradi, Tim Praktisi Pendamping Percepatan Pengelolaan Persampahan, serta Slamet, pendamping TPS3R Desa Junrejo dan Desa Tlekung pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Senin (19/10/2026).
Menurut Saiful, Rumah Kompos Dusun Rejoso saat ini dipersiapkan untuk mendukung pelayanan terhadap 630 rumah pelanggan. Ke depan, jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 1.000 rumah.
“Adanya pembangunan Rumah Kompos ini, kami datang melakukan pengawasan dan ikut kerja bakti untuk persiapan serta penggalian pondasi. Pembangunan dimulai hari ini dengan jangka waktu pelaksanaan selama 60 hari kerja,” jelas Saiful.
Ia menambahkan, warga yang menggunakan layanan persampahan dikenai iuran sebesar Rp20.000 per bulan untuk membantu memenuhi kebutuhan operasional pengangkutan dan pengelolaan sampah.

Sampah Organik Belum Diolah Optimal
Di balik pembangunan fasilitas baru tersebut, pemilahan sampah dari sumbernya masih menjadi tantangan. Saiful mengungkapkan, sampah yang dikumpulkan dari rumah warga sebagian besar masih tercampur. Padahal, pengurus KSM telah berulang kali mengimbau masyarakat agar memilah sampah sejak dari rumah.
Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah bersama, sebab pemilahan sampah organik dan anorganik merupakan langkah penting untuk meningkatkan efektivitas pengolahan di TPS3R.
Selama ini, sampah organik yang masuk ke TPS3R Harum Sehat masih sebatas ditumpuk dan belum dimanfaatkan secara optimal. Kehadiran Rumah Kompos diharapkan menjadi sarana untuk mulai mengolah sampah organik sehingga memiliki nilai guna dan tidak sekadar menjadi residu yang menumpuk.
TPS3R Harum Sehat Beroperasi Sejak Penutupan TPA Tlekung
KSM TPS3R Harum Sehat Dusun Rejoso mulai beroperasi setelah penutupan TPA Tlekung pada 30 Agustus 2023. Saat ini, kepengurusan KSM dipimpin Nurbidin sebagai ketua dan Khafid sebagai bendahara, yang baru menjabat sekitar dua bulan.
Operasional pengangkutan dan pemilahan sampah didukung tiga pekerja yang bertugas setiap Senin hingga Sabtu.
Menurut Saiful, volume sampah yang masuk pada hari Senin relatif lebih banyak, yakni sekitar dua kendaraan Tossa dan satu mobil pikap. Sementara pada Selasa hingga Sabtu, rata-rata sampah yang terkumpul mencapai dua kendaraan Tossa per hari.
Selain fasilitas pengolahan, TPS3R Harum Sehat juga telah dilengkapi dengan akses air, toilet, listrik, serta kamera pengawas atau CCTV untuk memantau kondisi lokasi pada malam hari. Meski demikian, fasilitas sekretariat khusus bagi pengurus belum tersedia.

UPT Persampahan Menjadi Penghubung KSM dengan Pemerintah
Saiful menjelaskan, UPT Persampahan Desa Junrejo berperan menjembatani persoalan yang dihadapi KSM dalam pengelolaan sampah dengan Pemerintah Desa Junrejo maupun DLH Kota Batu.
UPT Persampahan Desa Junrejo terdiri atas satu ketua dan tiga anggota. Pengurusnya dipilih dari unsur ketua RW, ketua RT, serta KSM TPS3R tingkat RW di wilayah Desa Junrejo. Pengangkatan dilakukan melalui Surat Keputusan Kepala Desa Junrejo yang diperbarui setiap tahun.
Selain Rumah Kompos Dusun Rejoso, Desa Junrejo telah memiliki dua fasilitas serupa. Rumah Kompos di RW 07 dibangun pada 2025 menggunakan anggaran Pemerintah Kota Batu, sedangkan Rumah Kompos di RW 01 dibangun lebih sederhana dengan menggunakan APBDes Junrejo pada 2026.
Pembangunan Rumah Kompos di Dusun Rejoso menjadi tambahan fasilitas untuk memperkuat pengelolaan sampah di tingkat desa. Namun, keberhasilan fasilitas tersebut nantinya tidak hanya ditentukan oleh bangunan dan peralatan yang tersedia, melainkan juga oleh konsistensi operasional, kemampuan mengolah sampah organik, serta partisipasi warga dalam memilah sampah dari rumah.
Dengan kapasitas pelayanan yang ditargetkan meningkat dari 630 menjadi 1.000 rumah, Rumah Kompos Dusun Rejoso diharapkan menjadi salah satu penggerak pengelolaan sampah yang lebih tertata dan berkelanjutan di Desa Junrejo, Kota Batu.












