Kota Batu, Pintubatunews.com – Para pengurus Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) pengelola Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) se-Kota Batu sepakat membentuk paguyuban sebagai wadah koordinasi, berbagi pengalaman, sekaligus memperkuat operasional pengolahan sampah di tingkat desa dan kelurahan.
Kesepakatan tersebut dicapai dalam musyawarah yang digelar Tim Pendamping Percepatan Pengelolaan Persampahan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu bersama para pengurus KSM TPS3R, Minggu (11/10/2026), bertempat di Dusun Sahabat Alam (DSA), Dusun Lasah, Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.
Dalam musyawarah tersebut, peserta tidak hanya membahas perkembangan pengelolaan sampah organik di rumah kompos TPS3R, tetapi juga menyepakati pembentukan Paguyuban KSM TPS3R se-Kota Batu sekaligus memilih susunan pengurusnya.
Koordinator Tim Pendamping Percepatan Pengelolaan Persampahan, S. Catur Wicaksono, mengatakan musyawarah berlangsung secara terbuka dan kekeluargaan. Masing-masing pengurus KSM diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman, menceritakan perjalanan pengelolaan sampah organik, serta menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi selama mengoperasikan rumah kompos TPS3R.
“Secara terbuka dan kekeluargaan, masing-masing pengurus KSM TPS3R saling sharing, saling menceritakan perjalanannya mengelola sampah organik di rumah kompos TPS3R selama ini. Hampir enam bulan rumah kompos beroperasi dan bagus masukan dari teman-teman KSM TPS3R,” ungkap Catur.
Menurutnya, berbagai masukan yang disampaikan para pengurus menunjukkan pentingnya sebuah wadah bersama untuk membantu memenuhi kebutuhan operasional sekaligus mendukung gerakan pengelolaan sampah yang dilakukan masing-masing TPS3R.
“Puji Tuhan, hari ini bisa disepakati untuk membentuk Paguyuban KSM TPS3R se-Kota Batu. Sehingga ini bisa menjadi wadah yang baik, wadah yang bisa membantu perkembangan TPS3R khususnya dan pengolahan sampah di Kota Batu. Kami bersyukur, semoga ini menjadi embrio yang baik ke depan terkait pengelolaan sampah,” ujarnya.

Paguyuban Diharapkan Perkuat Operasional TPS3R
Catur menjelaskan, keberadaan paguyuban diharapkan tidak sekadar menjadi wadah berkumpul dan berkomunikasi antarpengurus KSM. Lebih dari itu, paguyuban diharapkan mampu mengidentifikasi kebutuhan, memetakan kelemahan, serta mencari solusi bersama untuk meningkatkan keberlanjutan operasional TPS3R.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pengembangan produksi kompos yang selama ini telah dilakukan sejumlah TPS3R. Produk kompos yang dihasilkan dinilai membutuhkan dukungan dalam aspek pemasaran, pengembangan proses produksi, serta perluasan pemanfaatan.
“Dari wadah paguyuban itu bisa membantu tentang kebutuhan-kebutuhan paguyuban, juga kelemahan-kelemahannya, sehingga apa yang bisa membantu terkait operasional ke depannya. Misalnya tentang kompos, bagaimana bisa operasional tentang daur ulang dan lain-lain menjadi wadah untuk menunjang operasional TPS3R,” jelasnya.
Ia menambahkan, hasil produksi kompos yang telah dihasilkan oleh para pengelola TPS3R perlu didukung dengan strategi pemasaran yang lebih baik agar kegiatan pengolahan sampah organik dapat memberikan manfaat berkelanjutan.
“Saat ini mereka sudah menghasilkan kompos, sehingga ada wadah yang bisa membantu untuk marketing, pengembangan proses produksi dari kompos tersebut,” pungkas Catur.
Sunarto Terpilih sebagai Ketua Paguyuban
Dalam musyawarah tersebut, peserta juga melaksanakan pemilihan pengurus Paguyuban KSM TPS3R se-Kota Batu. Berdasarkan hasil pemilihan, Sunarto, yang saat ini menjabat Ketua KSM TPS3R Kelurahan Dadaprejo, terpilih sebagai ketua paguyuban.
Berikut susunan pengurus Paguyuban KSM TPS3R se-Kota Batu yang terpilih:
- Ketua: Sunarto, Ketua KSM TPS3R Kelurahan Dadaprejo.
- Wakil Ketua: Fatchur Rochman, Ketua KSM TPS3R Desa Sidomulyo.
- Sekretaris: Dwi Endang Purwanti, Ketua KSM TPS3R Dusun Payan, Desa Punten.
- Bendahara I: Juma’ati, Ketua KSM TPS3R Dusun Segundu, Desa Sumbergondo.
- Bendahara II: Sri Rahma, Ketua KSM TPS3R Dusun Caru, Desa Pendem.
Terbentuknya kepengurusan tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun komunikasi yang lebih terstruktur di antara para pengelola TPS3R se-Kota Batu.
Melalui paguyuban ini, berbagai pengalaman, inovasi, dan persoalan teknis yang dihadapi masing-masing KSM diharapkan dapat dibahas bersama untuk menghasilkan solusi yang lebih efektif.
Ke depan, Paguyuban KSM TPS3R se-Kota Batu diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat, meningkatkan nilai guna sampah organik melalui produksi kompos, mengembangkan kegiatan daur ulang, serta mendorong keberlanjutan operasional TPS3R di seluruh desa dan kelurahan di Kota Batu.












