Kota Batu, Pintubatunews.com — Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Rejeki Barokah, Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, terus mendorong penerapan pemilahan sampah dari sumbernya. Salah satu upaya yang dilakukan yakni menyediakan lima unit tempat sampah khusus anorganik berbahan galvalume yang akan ditempatkan di sejumlah titik strategis.
Ketua KSM TPS3R Rejeki Barokah, Juma’ati, mengatakan penyediaan tempat sampah tersebut merupakan langkah untuk membiasakan masyarakat dan pengunjung memilah sampah sesuai jenisnya sebelum dibuang.
Hal itu disampaikannya saat ditemui bersama Rohim Nursholeh, Tim Praktisi Pendamping Percepatan Pengelolaan Persampahan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Jumat (16/10/2026).
“Untuk mendorong program pilah sampah dari sumbernya, kami sengaja membuat tempat sampah anorganik khusus berbahan galvalume sejumlah lima buah dengan ukuran tinggi 110 cm dan lebar 60 cm,” tutur Juma’ati.
Ia menjelaskan, lima unit tempat sampah tersebut direncanakan ditempatkan di tiga lokasi, yakni satu unit di Balai Desa Sumbergondo, satu unit di Rest Area, serta tiga unit di kawasan De Kopisabin.
Khusus di kawasan De Kopisabin, tiga tempat sampah itu akan ditempatkan di Kampung Wortel, lokasi wisata, dan area penginapan. Penempatan di sejumlah titik tersebut diharapkan memudahkan pengunjung membuang sampah anorganik pada tempat yang telah disediakan.

Biayai dari Hasil Penjualan Kompos
Menariknya, pengadaan lima tempat sampah khusus anorganik tersebut dibiayai secara mandiri dari hasil penjualan kompos yang dipanen dan terjual sekitar sebulan sebelumnya.
Langkah ini menunjukkan bahwa hasil pengolahan sampah organik tidak hanya menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi, tetapi juga dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung kegiatan pengelolaan persampahan.
Juma’ati berharap keberadaan tempat sampah khusus itu mendapat respons positif dari masyarakat maupun pengunjung yang beraktivitas di Balai Desa Sumbergondo, Rest Area, dan kawasan De Kopisabin.
“Semoga pengunjung yang datang ke Balai Desa Sumbergondo, Rest Area, dan De Kopisabin mau memasukkan sampah anorganik ke tempat sampah yang telah kami siapkan,” pungkasnya.
Upaya TPS3R Rejeki Barokah ini menjadi salah satu langkah nyata membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya. Dengan dukungan masyarakat, pengunjung, dan pengelola kawasan, sampah anorganik yang terkumpul secara terpisah diharapkan lebih mudah ditangani dan dimanfaatkan kembali melalui proses pengelolaan yang tepat.












