Jakarta_Pintubatunews.com – Gerakan Indonesia Asri dan Edukasi Pengelolaan Sampah dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri di Jl Taman Makam Pahlawan No. 20 Kalibata Kecamatan Pancoran, Kota Jakarta Selatan pada Jum’at (14/8/2026). Kota Baru Provinsi Kalimantan Selatan salah satu kota penerima program LSDP perwakilannya turut hadir di Ditjend Bina Bangda. LSDP (Local Service Delivery Improvement Program) adalah inisiatif Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bekerja sama dengan Bappenas, Kementerian PUPR, dan didanai oleh Bank Dunia. Program ini berfokus pada pengelolaan sampah padat terpadu dari hulu ke hilir di tingkat daerah dengan konsep ekonomi sirkular dan zero waste.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Baru Provinsi Kalimantan Selatan Mohammad Ari Nuryanto saat berkunjung ke stand pameran DLH Kota Batu Jawa Timur menyampaikan, “Kota Baru ada 22 Kecamatan yang terdiri 104 Desa Kelurahan, untuk pengelolaan sampah baru di 6 kecamatan yang mulai tertangani artinya DLH baru bisa melayani pengambilan sampahnya. Kelemahan kami adalah pengelolaan sampah yang dimulai di bagian hulunya.”
“Skenarionya nanti sampah itu harus ditangani di skala Desa Kelurahan, supaya dari DLH tidak harus mengambil sampah dari semua kecamatan yang ada. Harapannya sampah habis tertangani dihulunya. Jadi nantinya yang kita handle benar-benar sampah residu, yang akan kita bangun dengan TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) ini. Penyelesaian sampah langsung dilakukan dimulai dari hulu ini sedang kami skenariokan dengan bapilah bahasa Banjar yang dalam bahasa Indonesia memilah sampah dari sumbernya atau skala rumah tangga. Untuk itu kami sudah memberikan kompos bag, edukasi untuk memilah sampah dengan tujuan sampah yang benar-benar masuk TPST nanti sampah residu. Memang sosialisasi pilah sampah dari sumbernya itu tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan, “tuturnya.
“Untuk program dari LSDP (Local Service Delivery Improvement Program) anggaran di tahun 2027 sebesar 20% dari anggaran untuk pembenahan di hulu akan dapat sekitar Rp 20 M. Sedangkan pembangunan infrastrukturnya nanti akan dilakukan di tahun 2028. Timelinenya memang benahi terlebih dulu dari hulunya. Mudah-mudahan nanti kami bisa berkunjung ke Kota Batu untuk mengunjungi pengelolaan sampah di tempat pengolahan sampah – reduce, reuse, recycle (TPS3R), Bank Sampah, pengelolaan rumah komposnya. Jadi nanti benar-benar sampah residu yang akan kita bawa ke TPA sebenarnya hal itu yang berat, “pungkas Mohammad Ari Nuryanto.












