Bukan Petugas yang Mangkir! Solar Subsidi Langka, Pengangkutan Sampah TPS3R Krajan Desa Torongrejo Terganggu 3 Hari

TPS3R Dusun Krajan Desa Torongrejo, persoalan sampah ternyata tidak selalu berhenti pada petugas dan kendaraan. Ketika BBM sulit diperoleh, rantai pengelolaan sampah dari rumah warga hingga proses pemilahan pun ikut terganggu.

Kota Batu – Pintubatunews.com – Program pengelolaan sampah warga yang selama ini dijalankan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Dusun Krajan, Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, mengalami kendala.

Bukan karena petugas tidak masuk kerja maupun kendaraan pengangkut mengalami kerusakan. Persoalannya justru datang dari sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Biosolar atau solar bersubsidi.

Kondisi tersebut membuat kegiatan pengambilan sampah dari rumah warga selama sekitar tiga hari terakhir tidak berjalan seperti biasanya.

Dua petugas TPS3R Dusun Krajan, Sugianto dan Sumardi, saat ditemui Senin (14/9/2026), menceritakan dampak yang mereka rasakan akibat sulitnya memperoleh solar bersubsidi.

Menurut mereka, petugas pengangkut sampah bahkan telah berkeliling mencari BBM solar ke sekitar enam SPBU di wilayah Kota Batu dan Malang. Namun, solar bersubsidi yang dibutuhkan untuk kendaraan pengangkut sampah tidak kunjung diperoleh.

Akibatnya, jadwal pengambilan sampah dari rumah warga terganggu dan terjadi penumpukan sampah yang harus segera ditangani.

Sumardi mengatakan, pada Minggu (13/9/2026), dirinya datang ke TPS3R sekitar pukul 07.30 WIB. Namun, hingga waktu tersebut petugas pengambil sampah belum datang seperti biasanya.

“Jam 07.30 saya datang ke lokasi TPS3R ini, tetapi petugas pengambil sampah belum juga datang. Sekitar pukul 10.00 baru datang sampah yang diambil dari rumah warga sebanyak satu mobil pick up Hiace. Lalu sore harinya masuk lagi satu mobil pick up Hiace,” ujar Sumardi.

Sementara pada Senin pagi, kembali masuk satu kendaraan pick up yang mengangkut sampah dari wilayah pelayanan TPS3R.

Menurut Sumardi, sampah yang masuk setiap hari dari Dusun Krajan biasanya hanya sekitar satu pick up. Sampah tersebut berasal dari tiga RW yang menjadi wilayah pelayanan TPS3R.

Namun, keterlambatan pengangkutan selama beberapa hari membuat volume sampah yang harus dipilah meningkat drastis.

“Biasanya kami berdua bisa pulang jam 15.00. Hari ini dengan tingginya volume tumpukan sampah, kami bisa pulang hingga jam 18.00,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pemilahan sampah yang dilakukan pada Senin belum dapat diselesaikan seluruhnya. Diperkirakan pekerjaan tersebut baru dapat dituntaskan pada Selasa (15/9/2026).

Jika pengangkutan kembali normal, Sumardi memperkirakan kegiatan pengambilan dan pemilahan sampah baru dapat kembali berjalan seperti biasa mulai Rabu (16/9/2026).

“Rabu lusa kemungkinan sudah bisa normal. Pengambilan dan pemilahan sampah baru bisa diselesaikan dalam satu hari,” katanya.

Sampah Tidak Boleh Menginap di Rumah Warga

Program TPS3R Dusun Krajan memang dirancang agar sampah rumah tangga tidak dibiarkan terlalu lama berada di rumah warga.

Sampah harus diambil dan segera dibawa ke TPS3R untuk dilakukan pemilahan. Kebijakan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi munculnya bau tidak sedap serta menjaga kebersihan lingkungan permukiman.

Karena itu, ketika pengangkutan terganggu akibat sulitnya memperoleh solar, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh petugas TPS3R, tetapi juga berpotensi memengaruhi sistem pelayanan sampah warga.

Sumardi berharap persoalan ketersediaan BBM solar tidak kembali mengganggu operasional pengangkutan sampah.

“Semoga untuk selanjutnya ketersediaan BBM jenis solar di Kota Batu selalu tersedia sehingga kami sebagai petugas pemilah sampah tidak terkena dampaknya,” pungkas Sumardi.

Infografis, ayo pilah sampah dari sumbernya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *