TPS3R Desa Sumberbrantas, Sudah Mampu Mengelola Sampah Satu Desa

Foto Rumah Kompos di Desa Sumberbrantas, masih dalam proses penyelesaian

Kota Batu_Pintubatunews.com. TPS3R (tempat pengolahan sampah reduce, reuse, recycle) Desa Sumberbrantas Kecamatan Bumiaji Kota Batu yang dibangun di tanah kas desa (TKD) Sumberbrantas, terletak didekat pintu masuk wisata alam Brakseng Berdiri sejak tahun 2014. Semenjak TPA Tlekung ditutup (30/8/2025), semua sampah yang dikumpulkan dari warga Desa Sumberbrantas masuk ke TP3R di Brakseng.

Jalan menuju Brakseng dapat ditempuh dengan melewati perkampungan yang penuh dengan pertanian sayuran warga. Sangat menyenangkan karena di kanan kiri jalan masih banyak lahan pekarangan yang dimanfaatkan untuk menanam sayuran kentang, wortel, sawi putih, kol, bawang prei, dan bunga kol.

Pekerja di TPS3R Desa Sumberbrantas Abdul Kafid saat ditemui menyampaikan, “Sampah dilakukan pengambilan setiap hari diatas jam 13.00 wib, karena dilakukan setelah pulang bekerja dari kebun. Sementara petugas yang melakukan pemilahan tetap dilokasi TPS3R hanya saya sendiri, dengan dibantu 22 orang dari petugas yang ditunjuk oleh Ketua RT/RW setempat, jumlah petugas per RW antara 4 sampai 5 orang.

Foto memakai mantel plastik warna merah Abdul Kafid, petugas TPS3R Desa Sumberbrantas.

“Setelah dipilah sampah anorganik yang bisa digunakan dikumpulkan nanti ada pembeli dari Kota Batu yang akan mengambil. Kalau sudah terkumpul 1 mobil pick up lebih, baru pembelinya mau membeli katanya kalau tidak terkumpul jumlah banyak akan rugi ditransportasinya. Hasil pemilahan tetap dikumpulkan terpisah sesuai dengan sampah anorganik yang sudah terpilah berdasarkan RW masing-masing, “tuturnya.

“Sampah residu kami lakukan pembakaran bersama-sama petugas pengambil sampah di setiap RW. Sedangkan sampah B3, untuk jenis limbah ada yang bersifat beracun atau berbahaya dan dikenal sebagai limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (Limbah B3). Seperti botol kemasan insektisida, fungisida dan herbisida dari pertanian, akan ada petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu yang akan mengambilnya, “jelasnya.

“Untuk sampah organik saat ini belum bisa diproses menjadi kompos, hanya dikumpulkan dalam juglangan (lubang dari tanah) setelah itu kalau sudah penuh akan ditutup dengan tanah. Dari jumlah sampah yang masuk 70%nya merupakan sampah organik. Pendamping dari DLH Batu, Pak Sunardi biasanya datang pada saat ada pemilahan. Saya berharap kalau rumah kompos nantinya sudah jadi dan siap beroperasi, ada penambahan tenaga kerja. Masalahnya di Desa Sumberbrantas ini jarang ada yang mau untuk bekerja di TPS3R ini. Karena bekerja ke kebun saja untuk orang perempuan terima honor per hari Rp70.000,- sedangkan laki-laki  Rp 100.000,- pulangnya jam 12.00 wib. Sudah pernah 22 orang teman saya petugas pengambil sampah, saya tawari untuk bekerja di TPS3R ini. Mereka keberatan kalau harus bekerja di TPS3R mulai pagi karena kalau pagi harus bekerja dikebunnya terlebih dulu yang pendapatannya lebih menjanjikan, “pungkas Abdul Kafid mengakhiri penjelasannya.

Sementara itu untuk pembangunan rumah kompos di TPS3R Desa Sumberbrantas, masih dalam proses penyelesaian.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *