Kota Batu_Pintubatunews.com.- Tim Praktisi Pendamping Percepatan Pengelolaan Persampahan Kota Batu pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) divisi eco enzyme biasanya melakukan sosialisasi manfaat dan sekaligus praktek pembuatan eco enzyme di Tempat pengolahan sampah – reduce, reuse, recycle (TPS3R). Pada Jum’at siang (31/7/2026) gelar sosialisasi dan sekaligus pembuatan eco enzyme untuk Kelompok Tani Ternak Sapi di Dusun Srebet Desa Pesanggrahan Kecamatan Batu Kota Batu.
Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, bertempat di base camp KKN di Jalan Seruni RT 02 RW 05 Dusun Srebet Desa Pesanggrahan .

Acara dimulai dengan sosialisasi eco enzyme yang disampaikan oleh Gung Endah. Yang menjelaskan apa itu eco enzyme, manfaat eco enzyme untuk kesehatan dan lingkungan, serta cara pembuatannya. Untuk di peternakan sapi bisa digunakan untuk menyemprot kandang sapi, dan untuk menyembuhkan sakit PMK. PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) pada sapi adalah penyakit sangat menular yang disebabkan oleh virus aphthae epizooticae, menyerang hewan berkuku belah, serta ditandai oleh demam tinggi, air liur berlebih, dan melepuh pada mulut serta kuku.
“Terimakasih kepada adik-adik mahasiswa UIN Sunan Kalijaga yang telah mencarikan bahan organik, galon bekas air mineral dan molase. Bahan organiknya sudah dicucikan, lalu dibantu memotong kecil-kecil, dan mollase juga sudah ditimbang. Sehingga bapak-bapak dari kelompok tani tinggal memasukkan ke galon yang sudah disediakan, “tutur Gung Endah.
Sementara itu Ketua Kelompok Tani Urip Sejahtera Bidang peternakan khusus sapi perah Muchsinin menyampaikan, “Kelompok tani Urip Sejahtera didirikan tahun 2008 dengan jumlah anggota ada 40 orang yang berasal dari RW 5, RW 6 dan RW 4 Desa Pesanggrahan. Kelompok kami pernah menggunakan eco enzyme saat sapi kena PMK sekitar tahun 2021 dan 2022.”

“Waktu itu petugas penyuluh lapangan (PPL) Pak Sodik dari Dinas Pertanian menyarankan sewaktu PMK melanda Desa Pesanggrahan, mulut dan kaki sapi disemprot dengan larutan eco enzyme. Mungkin setelah disemprot dengan eco enzyme dan menggunakan obat-obatan yang lainnya Alhamdulillah bisa sembuh. Waktu itu sapi yang saya miliki ada 14 ekor, syukurlah sehat semua dan tidak ada yang mati. Anjuran dari PPL penyemprotan dilakukan pagi dan sore kalau bisa dilakukan sesering mungkin, “tegasnya.
“Kami bersyukur hari ini berkat kerjasama Mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu, anggota kelompok tani kami sudah dilatih membuat eco enzyme semoga nantinya kalau mau membuat eco enzyme mandiri sudah bisa, “pungkas Muchsinin.












