Bekerja Sebagai Tukang Pemilah Sampah, Bersyukur Masih Diberikan Kesehatan

Foto rumah kompos TPS3R Sidomulyo Kertaraharja

Kota Batu_Pintubatunews.com. TPS3R (tempat pengolahan sampah reduce, reuse, recycle) Sidomulyo Kertaraharja di Jalan Bukit Berbunga, Desa Sidomulyo Kecamatan Batu Kota Batu selama dua tahun sudah mempekerjakan tenaga pemilah sampah dari luar Desa Sidomulyo. Koordinator KSM Sidomulyo Kertaraharja Fatchur Rohman menyampaikan karena warga lokal di Desa Sidomulyo tidak ada yang mau menjadi pekerja pemilah sampah, akhirnya mencari tenaga kerja dari Kabupaten Malang.
Warga Desa Sumber Keradenan Kecamatan Pakis Kabupaten Malang Suriadi (55)  saat ditemui Senin (9/3/2026) menyampaikan bahwa tertarik bekerja di TPS3R Sidomulyo ini karena mempunyai pengalaman kerja tahun 1999 sampai 2002, bekerja di TPST (tempat pengolahan sampah terpadu) Bantar Gebang Bekasi Jawa Barat. Disana sebagai pekerja pembongkar dari truk sampah yang datang.
“Saya bekerja di TPS3R Desa Sidomulyo ini sudah berlangsung selama 2 tahun. Awalnya bekerja sendirian lalu mengajak istri, keluarga anak dan keluarga cucu menantu saya. Untuk jam bekerjanya tidak pasti, karena berdasarkan kedatangan sampah yang dibawa oleh petugas pengambil sampah yang menggunakan motor tossa. Untungnya kami selalu bekerja sama dengan petugas yang membawa sampah, terkadang ikut membantu memilah sampah yang datang. Dan saya dibagian pemilah sampah saat sampah diturunkan dari motor tossa. Sampah organik langsung dibawa ke sel rumah kompos, dan sampah residu langsung dilakukan pembakaran sampah di incinerator sini. Sampah organik yang dibawa ke sel rumah kompos masih tercampur sebagian sampah anorganik, lalu dilakukan pemilahan ulang, “tutur Suradi.

Foto Suradi pekerja pemilah sampah berasal dari Kabupaten Malang.

“Sebagai pemilah sampah dukanya kalau warga masyarakat membuang pecahan beling yang dicampur menjadi satu dengan sampah basah atau sampah plastik. Yang mengakibatkan tangan saya pernah terkena pecahan beling. Juga dengan tusuk sate yang membuangnya secara sembarangan dijadikan satu dengan sampah yang lainnya. Tangan saya pernah kena tusuk sate pada saat bekerja di malam hari. Saya bersyukur masih diberikan nikmat kesehatan, sehingga bisa bekerja setiap hari. Karena sampah yang masuk ke TPS3R ini tidak bisa ditunda pemilahannya, kalau terlambat akan berbau busuk dan semakin menumpuk, “tambahnya.
“Kalau volume sampah yang masuk jumlahnya banyak akhirnya bekerja lembur hingga malam hari pernah sampai jam 23.00 malam. Tugas kami hanya memilah sampah saja, sampah basah/sampah organik dimasukkan ke sel rumah kompos, dan memilah ulang untuk sampah plastik yang terkadang masih tercampur, “tegasnya.
“Setelah adanya rumah kompos, ada perubahan yang lebih baik. Karena sampah organik bisa masuk rumah kompos sehingga pengelolaan sampah menjadi lebih baik dan rapi, “pungkas Suradi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *