TPS3R Desa Kelurahan Dalam Jangka Panjang, Diharapkan Sudah Harus Mandiri

Foto rapat koordinasi rumah kompos TPS3R Kelurahan Sisir.

Kota Batu_Pintubatunews.com. Rumah kompos TPS3R Kelurahan Sisir Kecamatan Batu Kota Batu telah selesai pembangunannya dan sudah dilaksanakan selamatan pada hari Minggu (5/4/2026) serta mulai beroperasi sejak Senin (6/4/2026).

Bendahara KSM TPS3R Kelurahan Sisir Nunik Halimah sewaktu dilakukan koordinasi Senin (6/4/2026) menyampaikan bahwa sudah 1,5 tahun sebagai pengurus TPS3R Kelurahan Sisir. Awalnya sebagai Ketua RT 4 di RW 13 Kelurahan Sisir sudah 8 tahun hingga saat ini. Juga menjadi Ketua Bank Sampah di tingkat RT, sewaktu Lurah dipegang oleh Sasongko beralih menjadi pengurus Bank Sampah tingkat RW. Saat ini pemilahan sampah dari rumah tangga baru berjalan hanya 10%, sehingga untuk mengatasi penumpukan sampah langsung dilakukan pembakaran di insinerator. Pelanggan TPS3R Sisir ada 2.537 rumah melayani RW 1 sd 13, tetapi yang ikut hanya 67 RT dari 83 RT. Yang tidak ikut merupakan wilayah ruas jalan sampahnya diambili oleh petugas dari DLH. Persoalan yang dihadapi saat ini kekurangan tenaga kerja pemilah sampah. Saat pemilahan sampah organik dan anorganik, seharusnya sampah anorganik lebih banyak.

Foto Bendahara KSM TPS3R Kelurahan Sisir Nunik Halimah di rumah kompos

Koordinator Tim Praktisi selaku Pendamping percepatan pengelolaan persampahan dan tim pendukung pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) S. Catur Wicaksono melakukan saat rapat koordinasi dengan pengurus TPS3R Sisir Senin (6/4/2026) di Sekretariat KSM TPS3R, didampingi Kandek Purwanto divisi rumah kompos dan Zaenal Pendamping TPS3R dari DLH serta ada perwakilan dari Ketua RT maupun Ketua RW.

“Rumah kompos sudah selesai pembangunannya dan sesuai standar, hari ini sudah dioperasikan. Secara kapasitas semua sampah di Kelurahan Sisir mencapai 3 ton lebih, sampah organik per hari seharusnya 2 ton lebih. Kalau bisa sebelum masuk rumah kompos, sampah organik dicacah terlebih dahulu. Untuk pendataan sampah organic yang masuk rumah kompos, awalnya ditimbang arco kosong, setelah itu ditimbang arco yang sudah untuk mengetahui berat rata-rata sampah organic per arco dan perhari bisa masuk berapa arco? Sehingga diketahui berat sampah organic yang dimasukkan setiap hari, “pesan S. Catur Wicaksono.

Foto S. Catur Wicaksono memakai jacket warna coklat

“Kalau bisa sampah makanan juga dipilah untuk pakan ternak unggas. Sebab sampah makanan akan banyak menimbulkan lalat. Maksimalkan sampah makanan dikelola dengan baik supaya bisa mengurangi beban sampah organik. Kalau memungkinkan semua sampah yang masuk TPS3R semuanya sudah ditimbang dan terpilah, berapa berat sampah organik dan sampah anorganik per harinya, “tambahnya.

“TPS3R ke depannya harus bisa mandiri untuk pendanaan dimulai dari iuran warga, lalu dari penjualan sampah anorganik daur ulang yang bisa dijual, dari pemeliharaan ternak dan penjualan pupuk kompos dari rumah kompos. Dalam jangka panjang tentunya pemerintah Desa atau Kelurahan apabila ada pergantian Kepala Desa atau Lurah tentunya punya kebijakan tersendiri, “pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *