Tim Pendamping Gelar Sosialisasi Pilah Sampah Dari Rumah, Di Dusun Kapru Desa Gunungsari

Foto bersama usai acara

Kota Batu_Pintubatunews.com. Tim pendamping divisi sosialisasi massif, praktisi selaku pendamping percepatan pengelolaan persampahan dan tim pendukung pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu. Mengadakan pertemuan dengan PKK RW 03 Dusun Kapru Desa Gunungsari Kecamtan Bumiaji Kota Batu pada Selasa (3/2/2026) yang bertempat di balai RW 03 Dusun Kapru.

Pertemuan tersebut dihadiri peserta 50 orang terdiri dari anggota PKK RW 03 Dusun Kapru. Dan dari tim pendamping tampak hadir Sulistyorini yang terkenal dengan panggilan Rere Bening, Siti Yulaikah, Aisyatur Rizki Laili (Kiki) dan Suharyani (Anik).

Foto sesi diskusi dan tanya jawab

Hasil diskusi dan tanya jawab di RW 03 telah memiliki 1 Bank Sampah yang berjalan baik dengan nasabah 35 orang. Setiap Dusun di Desa Gunungsari sudah memiliki 1 TPS, untuk di Dusun Kapru pengambilan sampah dilakukan oleh petugas satu minggu dua kali. Dengan besaran iuran sampah sebesar Rp 10.000,- per bulan per Kepala Keluarga. Sangat disayangkan pemilahan sampah yang dilakukan oleh warga di Dusun Kapru hanya sebagian yang memiliki kesadaran. Warga Desa Gunungsari sekitar 80% mata pencaharian sebagai petani bunga mawar. Tentunya masih memiliki berbagai permasalahan dalam  pengelolaan limbah dari hasil panen mawar tersebut.

Dalam kesempatan ini Siti Yulaikah menyampaikan materi tentang bank sampah. “Untuk meningkatkan kesadaran warga mengenai pengelolaan limbah, pemilahan sampah organik dan anorganik dari rumah, serta mengubah sampah menjadi nilai ekonomi. Kegiatan ini berfokus pada prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) guna mengurangi sampah ke TPA, sekaligus menciptakan pendapatan tambahan melalui sistem tabungan sampah, “tuturnya.

Presentasi dari narasumber

“Saya berharap kesadaran memilah sampah ini disampaikan ibu-ibu yang hadir kepada warga disekitarnya. Mengingat Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu saat ini sedang membangun rumah kompos, agar berjalan lebih maksimal sampah yang terpilah bisa langsung masuk rumah kompos untuk diproses menjadi pupuk organik, “harap Siti Yulaikah.

“Kami mohon kerjasama antarwarga dalam menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan atau membakarnya, “pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *