Terkendala Peralatan, Rumah Kompos TPS3R Kelurahan Sisir Masih Belum Optimal

Foto mesin gibrig untuk mencacah sampah organik sebelum masuk ke rumah kompos

Kota Batu_Pintubatunews.com – Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) Kelurahan Sisir Kecamatan Batu Kota Batu terletak di Jl. Sultan Hasan Halim RT 2 RW 5 Kelurahan Sisir.

Berdasarkan data dari Nunik Halimah Bendahara TPS3R bahwa jumlah pelanggan yang harus dilayani pengambilan sampahnya setiap hari sebanyak 2.537 rumah tangga. Dengan asumsi setiap rumah tangga rata-rata menghasilkan sampah 1,5 kg, maka jumlah sampah per hari sebanyak 3.805 kg. Karena wilayahnya perkotaan jumlah sampah organik diperkirakan 50% nya atau setara dengan 1.902 kg perhari. Selama bulan April 2026 rata-rata sampah organik yang bisa masuk ke sel 1 rumah kompos 531 kg per hari atau kurang dari 30%.

Foto Nunik Halimah Bendahara TPS3R Kelurahan Sisir

Pada saat ditemui Selasa (5/5/2026) Nunik Halimah menyampaikan, “Rumah kompos di TPS3R Kelurahan Sisir ini sudah mulai beroperasi sejak (6/4/2026) tetapi masih belum bisa maksimal. Hal ini disebabkan proses pencacahan sampah organik menggunakan mesin gibrig masih 28% saja. Itupun kalau mesin gibrignya tidak bermasalah. Untuk sampah daun kering dan sampah dari rumah makan bisa langsung dimasukkan karena sudah terpilah. Kalau sampah yang dari rumah tangga masih bisa dikelola kurang dari 30% karena masih harus melakukan pemilahan lagi.”

“Karena sampah organik yang masuk rumah kompos dulu itu disarankan untuk dicacah terlebih dahulu, ternyata mesin gibrignya satu hari bisa dipergunakan dan satu hari berikutnya tidak bisa. Ada yang rewel disebabkan dieselnya, terkadang rewel karena vent beltnya, dan sudah memberitahukan ke Pak Lurah Sisir, rencananya mau diperbaiki ke tukang las supaya bisa dibuatkan tatakan yang permanen supaya tidak bergerak-gerak, “tuturnya.

“Untuk pengendalian lalat dan belatung dari sampah organik setiap pagi kita semprot dengan insektisida, dilanjutkan penyemprotan eco enzyme dicampur dengan EM4 setiap pagi dan sore. Bisa dilihat dan dirasakan saat ini untuk aroma bau busuk juga sudah bisa dikurangi. Kalau terjadi long weekend sampah yang masuk jumlahnya luar biasa kemarin itu sampai 32 motor tossa karena libur beberapa hari. Saat mesin gibrig rusak, sampah organik hasil pemilahan tetap kami masukkan di rumah kompos. Semoga saja untuk kedepannya sampah organiknya bisa dikelola semua untuk menjadi pupuk kompos,’ pungkas Nunik Halimah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *