Kota Batu_Pintubatunews.com Rumah kompos di Kota Batu adalah program pemerintah Kota Batu untuk mengolah sampah organik skala desa/kelurahan dengan menargetkan 16 titik beroperasi pada tahun 2026 dapat membantu mengelola sampah yang ada di Desa Kelurahan sekitar 20 ton per hari. Rumah kompos di TPS3R Jalibar Berseri Desa Oro Oro Ombo Kecamatan Batu Kota Batu setelah dilakukan selamatan langsung beroperasi. Dengan tenaga kerja khusus yang menangani rumah kompos tersebut sebanyak 2 orang.
Menurut Titik Setyawati Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Jalibar Berseri Sabtu (7/2/2026) saat bertemu di rumah kompos menceritakan, “Volume sampah yang masuk per hari 5 sampai 6 ton per hari Senin sd Kamis untuk, week end bisa mencapai 7 hingga 8 ton. Untuk sampah organik yang sudah bisa diproses perhari jumlahnya secara pasti belum tahu karena tidak ditimbang terlebih dahulu. Rumah kompos ini dilakukan penyemprotan memakai eco enzhim sehari dua kali, yaitu saat petugas datang dan pada saat petugas akan pulang. Dengan harapan selain mempercepat proses fermentasi juga untuk mengurangi bau yang kurang sedap.”

Pendamping divisi eco enzyme Gung Endah mengajari petugas cara menggunakan eco enzyme di rumah kompos, “Setiap penyemprotan eco enzyme dengan perbandingan 1:1000 pada saat sampah organik datang, disemprot merata baru diperbolehkan masuk rumah kompos. Penyemprotan di sampah dan udara, memakai metode pengkabutan. Sprayer yang digunakan menyemprot lebih kecil partikel lebih bagus hasilnya.”
“Sedangkan untuk mengendalikan lalat, petugas setiap hari agar mengumpulkan belatung dimasukan ke dalam wadah tertutup rapat yang diberi eco enzyme murni. Setelah didiamkan belatung akan mati kemudian disaring dan eco enzyme bisa dipakai lagi. Dengan catatan harus tertutup rapat agar eco enzyme tidak rusak, bisa dipakai selama seminggu. Selanjutnya sisa eco enzyme bisa diencerkan 1:1000 dan disiramkan pada tanaman, “tuturnya.

“Bu Titik Setyawati dan tim TPS3R Jalibar Berseri merasa sangat gembira dengan adanya metode baru, cara alami memutus mata rantai lalat yang saya ajarkan. Karena selama ini banyaknya lalat dirasa sangat mengganggu kenyamanan para pekerja, “pungkas Gung Endah.
Untuk memutus rantai lalat ini Gung Endah dan Suprapti Kanti terjun langsung praktek memberi contoh, karena ini penemuan metode baru dan belum banyak yang tahu mengenai metode ini. Lalat datang ke sumber bau tidak sedap, jika TPS3R sudah rutin menyemprot dengan eco enzyme, sampah tidak berbau maka lalat sudah tidak akan datang lagi .













