Sosok Inggita Sri Utami: Dari Coba-Coba Menjadi Garda Administrasi Pengelolaan Sampah TPS3R Dadaprejo

Baginya, mengelola sampah bukan hanya persoalan membersihkan lingkungan, tetapi juga bagaimana membangun sistem, menata data, menggerakkan masyarakat, dan mengubah sampah menjadi sesuatu yang memiliki nilai bagi kehidupan.

 

Kota Batu_Pintubatunews.com — Mengelola sampah bukan sekadar mengangkut dan memilah sampah yang dihasilkan masyarakat. Di balik aktivitas operasional Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), terdapat pekerjaan administrasi yang menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh kegiatan berjalan tertib, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Salah satu sosok yang menjalankan peran tersebut adalah Inggita Sri Utami, anggota Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) TPS3R Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.

Perempuan kelahiran Malang, 15 Februari 1990 ini merupakan lulusan SMA. Ia bergabung dengan KSM TPS3R Kelurahan Dadaprejo sejak awal Juni 2024. Menariknya, keterlibatannya di dunia persampahan bermula dari sebuah kesempatan yang awalnya hanya dianggap sebagai pekerjaan untuk dicoba.

“Awalnya hanya coba-coba untuk bergabung di TPS3R ini,” ungkap Inggita. Tawaran tersebut datang melalui Ketua RT yang menghubunginya dan menawarkan kesempatan bekerja di TPS3R. Kesempatan itu akhirnya diterima dan menjadi awal perjalanan baru bagi Inggita dalam dunia pengelolaan persampahan.

Sebelum bergabung dengan TPS3R, Inggita pernah berusaha secara mandiri dengan menjual oleh-oleh di salah satu destinasi wisata di Kota Batu. Namun, usaha tersebut pada akhirnya mengalami pailit.

Bergabung dengan TPS3R kemudian memberikan pengalaman yang sama sekali berbeda. Ia mulai memahami bahwa pengelolaan sampah tidak sesederhana yang selama ini dibayangkan.

Foto Inggita Sri Utami bersama Artoko Pramono koordinator kecamatan Junrejo Pendamping TPS3 dari DLH Kota Batu

Menemukan Tantangan di Balik Sampah

Menurut Inggita, semakin lama terlibat dalam pengelolaan TPS3R, dirinya justru semakin merasa nyaman dan cocok dengan pekerjaan tersebut.

Ia menemukan banyak persoalan yang membuat pekerjaan di bidang persampahan menjadi penuh tantangan. Mulai dari proses pengumpulan, pemilahan, pencatatan, hingga membangun kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah dari sumbernya.

“Setelah mengamati pengelolaan sampah, ternyata tidak semudah yang saya bayangkan sebelumnya. Rumit dan penuh tantangan, termasuk adanya pro dan kontra dengan masyarakat. Justru itu yang membuat saya tertantang,” tuturnya.

Bagi Inggita, tantangan tersebut menjadi bagian dari proses belajar. Ia tidak hanya bekerja di balik meja, tetapi juga berhadapan dengan realitas pengelolaan sampah di tengah masyarakat. Ia menilai pengelolaan sampah di TPS3R Kelurahan Dadaprejo saat ini sudah berjalan cukup baik. Namun, menurutnya masih terdapat berbagai hal yang perlu terus ditingkatkan.

Salah satu perkembangan positif adalah semakin banyak masyarakat yang menyerahkan sampah dalam kondisi telah terpilah. “Syukurlah, sampah yang diambil petugas dari masyarakat sebagian besar sudah terpilah,” katanya.

Meski demikian, masih terdapat sejumlah persoalan. Salah satunya adalah aktivitas penjualan sampah secara liar di kawasan Jalan Raya Ir. Soekarno-Hatta yang masih dalam kondisi tercampur sehingga perlu dilakukan pembersihan dan penanganan lebih lanjut.

Selain itu, tantangan juga datang dari sebagian warga yang tinggal di rumah kos maupun kontrakan yang terkadang masih belum memiliki kesadaran untuk memilah sampah sejak dari sumbernya.

 

Dari Administrasi hingga Bendahara KSM

Di KSM TPS3R Kelurahan Dadaprejo, Inggita saat ini dipercaya sebagai tenaga administrasi sekaligus merangkap Bendahara KSM. Peran tersebut membuatnya memiliki tanggung jawab cukup luas dalam memastikan berbagai aktivitas TPS3R terdokumentasi secara tertib. Dalam menjalankan tugas administrasi, ia bekerja bersama Ketua KSM.

Administrasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keberhasilan pengelolaan TPS3R. Sebab, data yang tertib menjadi dasar untuk mengetahui perkembangan kegiatan, jumlah pelanggan, arus keuangan, volume sampah, hasil pemilahan, hingga produksi dan penjualan produk hasil pengolahan sampah.

Administrasi Umum

Dalam administrasi umum, Inggita menangani berbagai dokumen kelembagaan, antara lain:

  • Mengelola surat masuk dan surat keluar.
  • Membuat dan menyimpan arsip serta dokumen TPS3R.
  • Membuat notulen rapat dan daftar hadir.
  • Mengelola data pengurus dan petugas.
  • Menyiapkan laporan kegiatan TPS3R.

Administrasi Pelanggan

Ia juga bertanggung jawab terhadap pengelolaan data pelanggan persampahan, meliputi:

  • Pendataan rumah tangga pelanggan.
  • Membuat dan memperbarui daftar pelanggan.
  • Mencatat pelanggan baru, pelanggan pindah, maupun pelanggan yang berhenti.
  • Mengelola data iuran persampahan.
  • Membuat bukti pembayaran atau kartu/tagihan iuran.

Administrasi Keuangan

Sebagai Bendahara KSM, Inggita memiliki tanggung jawab dalam pencatatan keuangan, antara lain:

  • Mencatat pemasukan dari iuran persampahan.
  • Mencatat pengeluaran operasional.
  • Membuat dan mengelola buku kas.
  • Menyimpan bukti transaksi dan kuitansi.
  • Menyusun laporan keuangan secara berkala.
  • Membantu penyusunan pertanggungjawaban keuangan KSM.

Administrasi Operasional

Pekerjaannya juga berkaitan langsung dengan aktivitas operasional TPS3R, seperti:

  • Menyusun jadwal pengambilan sampah.
  • Mencatat jumlah atau volume sampah yang masuk.
  • Mencatat hasil pemilahan sampah organik dan anorganik.
  • Mencatat produksi kompos, residu, serta material yang memiliki nilai jual.
  • Membuat rekap kegiatan petugas setiap hari.

Administrasi Penjualan Produk

Sampah yang memiliki nilai ekonomi juga membutuhkan pencatatan yang tertib. Karena itu, Inggita melakukan:

  • Pencatatan stok kompos.
  • Pendataan pembeli.
  • Pencatatan jumlah dan harga penjualan.
  • Pembuatan nota atau kuitansi.
  • Rekap pendapatan penjualan.
  • Pencatatan stok barang hasil pemilahan.

Administrasi SDM dan Petugas

Pengelolaan sumber daya manusia di TPS3R juga menjadi bagian dari tugas administrasinya, seperti:

  • Membuat daftar petugas.
  • Mencatat kehadiran.
  • Menyusun jadwal kerja.
  • Mencatat lembur atau pekerjaan tambahan.
  • Membantu penghitungan honor atau upah petugas.
  • Mendokumentasikan kegiatan pelatihan.

Dokumentasi dan Pelaporan

Setiap aktivitas TPS3R perlu memiliki dokumentasi dan data yang jelas. Inggita turut mengelola dokumentasi berupa:

  • Foto kegiatan.
  • Data timbulan sampah.
  • Data pelanggan.
  • Data hasil pemilahan.
  • Data produksi kompos.
  • Data penjualan.
  • Laporan bulanan dan tahunan.
  • Dokumentasi kerja sama dengan berbagai pihak.
Infografis, ayo pilah sampah dari sumbernya

Aktif di Masyarakat

Selain menjalankan aktivitas di TPS3R, Inggita juga aktif dalam kegiatan kemasyarakatan. Ia telah terlibat dalam kegiatan PKK tingkat RW selama sekitar lima tahun.

Pengalaman bermasyarakat tersebut menjadi modal penting dalam memahami karakter dan dinamika masyarakat, khususnya ketika berhadapan dengan persoalan lingkungan dan persampahan.

Pada Pemilihan Umum sebelumnya, Inggita juga turut berpartisipasi sebagai Pengawas TPS. Pengalaman tersebut memperlihatkan keterlibatannya dalam berbagai aktivitas sosial dan kemasyarakatan di lingkungan tempat tinggalnya.

Administrasi sebagai Fondasi Pengelolaan TPS3R

Bagi Inggita, pekerjaan administrasi bukan sekadar mencatat dan menyimpan dokumen. Administrasi menjadi fondasi untuk mengetahui sejauh mana TPS3R berjalan dan berkembang.

Data pelanggan, volume sampah, hasil pemilahan, produksi kompos, penjualan material bernilai ekonomi, hingga keuangan harus tercatat dengan baik agar pengelolaan TPS3R dapat dilakukan secara profesional.

Perjalanan Inggita sejak bergabung pada Juni 2024 juga menunjukkan bahwa keterlibatan seseorang dalam dunia persampahan dapat berawal dari sebuah kesempatan sederhana. Namun, ketika dijalani dengan kesungguhan, pekerjaan tersebut dapat berkembang menjadi profesi yang memberikan pengalaman sekaligus kontribusi nyata bagi lingkungan.

Dari pekerjaan yang semula hanya dianggap sebagai “coba-coba”, Inggita kini menjadi salah satu bagian penting dalam sistem administrasi dan keuangan KSM TPS3R Kelurahan Dadaprejo.

Baginya, mengelola sampah bukan hanya persoalan membersihkan lingkungan, tetapi juga bagaimana membangun sistem, menata data, menggerakkan masyarakat, dan mengubah sampah menjadi sesuatu yang memiliki nilai bagi kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *