Peringati HPSN, PKK Di Dusun Gondang Desa Tulungrejo Adakan Pembuatan Eco Enzyme

Foto bersama ibu-ibu PKK Dusun Gondang usai membuat eco enzyne

Kota Batu_Pintunews.com. Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang tepat diperingati setiap tgl 21 Februari. Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Dusun Gondang Desa Tulungrejo adakan kegiatan membuat eco enzyme bertempat di RT 02 RW 02 Dusun Gondang pada Sabtu (21/2/2026). Eco enzym adalah cairan hasil fermentasi limbah organik seperti kulit buah dan sayuran, mollase/gula, dan air. Proses ini dikembangkan oleh Dr. Rosukon Poompanvong dari Thailand. Eco enzym dikenal karena sifatnya yang serbaguna dan ramah lingkungan, menjadikannya alternatif alami untuk berbagai produk rumah tangga dan pertanian.

Kegiatan ini dihadiri 14 orang warga RT 02 RW 02 dan 2 orang pengurus PKK Pokja 3 Desa serta Sekretaris PKK Desa Tulungrejo. Pokja 3 PKK berfokus pada ketahanan keluarga melalui tiga program pokok pangan, sandang, dan perumahan serta tata laksana rumah tangga.

Menurut Suprapti Kanti Tim Pendamping Percepatan Pengelolaan Persampahan dan Tim Pendukug divisi eco enzyme pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu. Saat ditemui Sabtu (21/2/2026) menyampaikan, “Aksi nyata PKK Pokja 3 Desa Tulungrejo dan PKK Dusun Gondang tidak hanya memilih, memilah sampah organik tapi juga mengolahnya. Untuk bahan-bahan organik yang diolah menjadi eco enzyme berasal dari warga sendiri. Antara lain berupa apel afkir, kulit semangka, kulit markisa, dan sisa daun labu semuanya dari Ketua RT 02 RW 02. Yang diperolehnya dari penjual nanas di Pasar Among Tani Kota Batu, sedangkan untuk kulit apel diperoleh dari home industri kripik. Untuk sayur sawi dan wortel dari pengepul sayuran. Semua bahan organik diiris kecil-kecil dengan ukuran yang sama oleh ibu-ibu yang hadir.”

Foto saat ibu-ibu PKK menimbang semua bahan organik

“Eco enzyme yang dibuat 1 tong dengan kapasitas 100 ltr yang diisi air 75 ltr, semua bahan organik dengan berat 22,5 Kg ditambah molase 7.5 kg. Proses pembuatannya yaitu semua bahan dicampurkan dalam wadah tong tertutup. Dibiarkan campuran tersebut mengalami proses fermentasi selama 3 bulan. Selama proses fermentasi, buka wadah sesekali untuk mengeluarkan gas yang terbentuk, terutama pada awal fermentasi. Setelah 3 bulan, saring cairan eco enzym. Ampas dari hasil penyaringan dapat digunakan kembali untuk proses pembuatan eco enzym berikutnya atau dikeringkan sebagai pupuk, “tambahnya.

“Pembuatan eco enzyme di RT 02 RW 02 ini sudah ketiga kalinya yang dimulai sejak tahun 2021. Acara diakhiri dengan foto bersama dan pembagian eco enzyme yang sudah jadi, untuk masing-masing yang hadir saya berikan 1 botol berisi 200 ml supaya dipergunakan untuk kehidupan sehari-hari, “pungkas Suprapti Kanti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *