Penggunaan Eco Enzyme Di Big Komposter, Untuk Mengurangi Berkembang Biaknya Lalat

Jika diputus mata rantainya maka sangat memungkinkan TPA/TPS3R akan bebas lalat

Foto Gung Endah Tuti Rahayu dan Suprapti Kanti Mulyani hadir di big komposter diterima oleh Plt Kepala UPTD Persampahan Kota Batu Taufan

Kota Batu_Pintubatunews.com. Siklus hidup lalat sebelum menjadi lalat dewasa mengalami metamorfosis sempurna yang terdiri dari tiga tahapan utama: telur, larva (belatung), dan pupa (kepompong). Proses ini dimulai dari telur yang menetas menjadi larva, lalu berubah menjadi pupa sebelum akhirnya muncul sebagai lalat dewasa dalam waktu singkat.

Berikut adalah tahapan detail siklus hidup lalat:

  1. Telur: Lalat betina bertelur (biasanya ratusan) di tempat lembap, organik, dan membusuk, seperti sampah atau kotoran. Telur menetas dalam 8–24 jam;
  2. Larva (Belatung): Tahap makan. Larva tumbuh pesat, memakan bahan organik, dan berganti kulit beberapa kali selama 4–7 hari;
  3. Pupa (Kepompong): Larva dewasa merayap ke tempat kering dan gelap, lalu berubah menjadi pupa (berwarna coklat/hitam) dan berkembang selama 4-6 hari sebelum menjadi lalat dewasa;
  4. Lalat dewasa.

Seluruh siklus ini dapat berlangsung cepat, hanya 7-10 hari tergantung suhu dan lingkungan.

Untuk mengendalikan berkembang biaknya lalat di TPA (tempat pemrosesan akhir) Tlekung, Tim praktisi selaku pendamping percepatan pengelolaan persampahan dan tim pendukung pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu, divisi eco enzyme. Gung Endah Tuti Rahayu dan Suprapti Kanti Mulyani hadir di big komposter yang berada di TPA Tlekung yang terletak di Kecamatan Junrejo Kota Batu Senin (9/2/2026).  Mereka diterima oleh Plt Kepala UPTD Persampahan Kota Batu Taufan beserta staf, yang menyambut dengan baik rencana untuk mematikan larva lalat dengan memakai eco enzyme.

Foto saat petugas dari UPTD Persampahan mengumpul larva (belatung).

Gung Endah menyampaikan, “Pada Sabtu (7/2/2026) kami sudah mempraktekkan memasukkan larva lalat kedalam ember lalu diberikan larutan eco enzyme murni, setelah itu ember ditutup rapat. Hal ini bisa mematikan larva lalat, yang tentunya dapat mengendalikan berkembang biaknya lalat di rumah kompos. Kami bermaksud untuk menerapkan dan mempraktekkan di big komposter ini.”

“Setiap sampah organik yang masuk big kompoter agar disemprot terlebih dahulu dengan eco enzyme perbandingan 1:1000. Untuk mengurangi bau sampah di big komposter agar udara sekitarnya disemprot dengan larutan eco enzyme juga. Untuk penanganan belatung ini hanya butuh waktu sekitar 10-15 menit, mulai dari menyapu dan mengumpulkan belatung dan memasukkannya ke dalam ember yang sudah diberi eco enzyme. Kemudian ditutup rapat, namun butuh konsistensi sehingga harus ada petugas yang ditunjuk agar bisa dipantau hasilnya, “tambahnya.

Adanya belatung ini tidak bisa dihindarkan karena sampah sejak dari hulu pasti sudah dihinggapi lalat dan bertelur di sampah tersebut, jika belatung dibiarkan maka jumlah lalat akan semakin banyak karena berkembang secara eksponensial. Jika diputus mata rantainya maka sangat memungkinkan TPA/TPS3R akan bebas lalat, “pungkas Gung Endah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *