Opini  

Kota Batu Peringkat Tertinggi Di Jawa Timur, Warganya Sudah Memilah Sampah Dari Rumah

Kota Batu menjadi kota dengan persentase rumah tangga yang sudah memilah sampah tertinggi se-Jawa Timur dengan persentase sebesar 69,28%.

Kota Batu_Pintubatunews.com. SUSENAS adalah singkatan dari Survei Sosial Ekonomi Nasional. Ini merupakan survei rutin berskala besar yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mengumpulkan data pokok mengenai kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, termasuk pendidikan, kesehatan, perumahan, konsumsi, dan pengeluaran rumah tangga di seluruh Indonesia.

Berdasarkan data dari BPS Jawa Timur hasil SUSENAS Maret 2025 diperoleh data 83,26% rumah tangga di Jawa Timur tidak memilah sampahnya. Itu artinya hanya terdapat 17 dari 100 rumah tangga yang melakukan pemilahan sampah.

Kota Batu menjadi kota dengan persentase rumah tangga yang sudah memilah sampah tertinggi se-Jawa Timur dengan persentase sebesar 69,28%. Artinya dari 100 rumah tangga, yang sudah melakukan pemilahan sampah dari rumah sebanyak 69 rumah tangga.

Diperoleh data 83,26% rumah tangga di Jawa Timur tidak memilah sampahnya.

Data menunjukkan kondisi kita hari ini, aksi menentukan kualitas lingkungan esok hari. Dalam momentum Hari Peduli Sampah Nasional, 21 Februari 2026 yuk kita mulai bergerak dimulai dari acuan data yang akurat dengan mulai memilah sampah dari rumah kita sendiri, manfaatnya:

  1. Mengurangi beban TPA (Tempat Pemrosesan Akhir);
  2. Mendukung daur ulang;
  3. Menjaga lingkungan lebih bersih.

Mengapa TPA disebuat Tempat Pemrosesan Akhir? Bukan Tempat Pembuangan Akhir? Cuma beda satu kata, tetapi efeknya di masyarakat sangat berbeda sekali. Karena selama ini yang kita masyarakat awam tahu sebutannya adalah pembuangan. Akhirnya kita berfikir, sampah dibuang urusannya selesai. Padahal sampah seharusnya diproses bukan ditumpuk. Kalau TPA kita anggap sebagai tempat membuang, sampah bakal terus berakhir numpuk dan terus menjadi gunung baru. Bukan karena ngak bisa diolah, tapi karena dari awal mindsetnya yang penting dibuang. Jadi masalahnya bukan cuma sampahnya, tapi cara kita mikir soal sampah. Karena kalau mindsetnya diproses, gunung sampah ngak perlu terus bertambah.

Daur ulang sampah anorganik adalah proses pengolahan limbah yang tidak mudah terurai secara alami (seperti plastik, logam, kaca, dan kertas) menjadi produk baru yang bernilai guna dan ekonomis. Contoh produk hasil daur ulang:

  1. Plastik: Ecobrick (botol plastik diisi sampah plastik), paving block, kerajinan tangan, tas belanja, biji plastik untuk bahan baku industri.
  2. Logam: Kaleng daur ulang, perabotan rumah tangga, bahan konstruksi.
  3. Kaca: Pecahan kaca dilebur menjadi gelas baru atau agregat bahan bangunan.
  4. Kertas: Kertas daur ulang, kertas seni.

Menjaga lingkungan bersih tanpa sampah dapat dicapai melalui penerapan gaya hidup zero waste (nol sampah) dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), menolak plastik sekali pakai, memilah sampah dari rumah, serta rutin membersihkan lingkungan sekitar. Kebiasaan ini mencegah penyakit, banjir, dan menciptakan udara bersih.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *