Kota Batu_Pintubatunews.com – Desa Mojorejo Kecamatan Junrejo Kota Batu di sebelah utara berbatasan dengan desa Beji, di sebelah timur berbatasan dengan desa Pendem dan Desa Torongrejo, di sebelah selatan berbatasan dengan Desa Dadaprejo dan Desa Junrejo di sebelah barat. Desa ini terbagi dua dusun yaitu Dusun Kajang yang berada di sebelah timur jalan Raya Mojorejo dan dusun Ngandat yang berada di sebelah barat jalan Raya Mojorejo.
Untuk mengatasi persoalan sampah rumah tangga di Desa Mojorejo telah dibentuk Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Sami Berkah yang mengelola sampah di Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) Dusun Kajang Desa Mojorejo.
Kepala Desa Mojorejo Rudjito pada Senin (13/4/2026) mengadakan kunjungan kerja ke TPS3R Dusun Kajang didampingi Saji Pramono Ketua KSM Sami Berkah dan Pramono Pendamping TPS3R Koordinator Kecamatan Junrejo dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu.

“Pengambilan sampah telah dilakukan secara bergiliran pada hari Senin, Rabu dan Jum’at untuk Dusun Kajang, hari Selasa, Kamis dan Sabtu untuk wilayah Dusun Ngandat. Alhamdulillah teman-teman sudah bisa mengatasi persoalan sampah. Setelah sampah masuk TPS3R Kajang, sampah dilakukan pemilahan antara yang organik dengan anorganik. Selanjutnya sampah organik digiling dengan mesin gribig yang selanjutnya masuk ke rumah kompos. Mesin gibrig (gibrik) adalah teknologi tepat guna yang berfungsi memilah sampah secara otomatis antara organik dan anorganik melalui mekanisme getaran dan ayakan, “tutur Rudjito.

“Persoalan sampah setelah hari Raya Idul Fitri sudah bisa dianggap selesai, karena sudah tersedia tempat penampungan yang memadai. Tetapi untuk penanganan kami masih punya beberapa rencana kedepannya, selama ini masih modal penanganan dulu bagaimana dampak negatifnya tidak terjadi di TPS3R ini? Untuk persoalan bau memang terkadang ada, sekarang sudah bisa teratasi. Untuk masalah pembakaran kami ingin mencari best practice (metode, teknik, atau tindakan inovatif yang terbukti paling efisien dan efektif untuk mencapai hasil optimal dalam menyelesaikan masalah-red) di Malang Raya yang meminimalkan pembakaran ini, “tegasnya.
“Sampah makanan sementara digunakan untuk pakan maggot saja. Ke depannya akan dikembangkan untuk budidaya lainnya, kami fikirkan supaya TPS3R ini benar-benar dapat dimanfaatkan. Selama hari raya Idul Fitri kemarin teman-teman KSM hari Minggu sampai masuk bekerja lembur, untuk saat ini tumpukan sampah sudah bisa diselesaikan dan mulai hari ini sudah bisa bekerja normal kembali, “pungkas Rudjito.













