Kota Batu_Pintubatunews.com. – TPS3R (tempat pengolahan sampah reduce, reuse, recycle) Rejeki Barokah Desa Sumbergondo Kecamatan Bumiaji Kota Batu akan bekerjasama pelatihan budidaya maggot dengan Yatim Mandiri kantor pusat di Jl. Jambangan No. 70 Surabaya. Yatim Mandiri Cabang Kota Batu telah berdiri sejak tahun 2023 yang terletak di Jl Samadi Desa Pesanggrahan Kecamatan Batu Kota Batu.
Ketua KSM TPS3R Rejeki Barokah Juma’ati pada saat menerima pengurus Yatim Mandiri Cabang Kota Batu Senin (30/3/2026) didampingi pendamping TPS3R dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu Soleh dan Zaenal.
Menurut Siroj Safiq pengurus Yatim Mandiri Kota Batu ada program pemberdayaan masyarakat dari lembaganya, yang merupakan pemberdayaan dalam wilayah desa dengan tujuan melakukan optimalisasi terhadap potensi agro di desa melalui intervensi pembentukan kelompok usaha bersama. Diharapkan masyarakat memiliki sumber penghasilan yang berasal dari sekitar lingkungannya. Program tersebut dalam bentuk budidaya maggot, yang rencananya akan dilakukan di RW 10 Desa Pesanggrahan dengan peserta 20 orang.
Aktivitas yang dilakukan mulai dari melakukan perencanaan potensi desa, survei calon mustahik, penyamaan visi misi kelompok, pembentukan kelompok, pelatihan, pembinaan rutin, penyaluran modal usaha bersama, serta pembentukan badan hukum. Tujuan akhir program ini adalah memandirikan masyarakat desa dengan segala potensi yang ada untuk kemajuan daerah tersebut.

Menanggapi rencana tersebut Ketua KSM TPS3R Rejeki Barokah Juma’ati, “Saya menyambut baik dan siap bekerjasama pada pelatihan budidaya maggot untuk masyarakat di Desa Pesanggrahan. TPS3R Rejeki Barokah sudah memulai budidaya maggot sejak tahun 2023 bekerjasama dengan PT United Tractor yang mendapatkan bantuan CSR salah satunya dalam bentuk budidaya maggot ini.”
“Ditempat kami budidaya maggot sebagai alternatif untuk pakan ikan lele dan untuk pakan ternak ayam serta entog, maggot adalah larva dari lalat black soldier fly (BSF) atau biasa dikenal sebagai Hermetia illucens, “tegasnya.
Selanjutnya Juma’ati menceritakan cara budidaya maggot lalat BSF adalah sebagai berikut:
- Membuat Kandang Lalat.
Tahap pertama adalah menyiapkan kandang lalat BSF untuk tempat lalat bertelur. Ukuran kandang sebesar 3 x 2meter sudah cukup untuk memulai budidaya. Kandang ini nantinya dapat menampung hingga puluhan ribu larva. Kandang lalat BSF bisa dibuat dari bambu, kayu, atau bahan lainnya lalu diselimuti dengan jaring. Kemudian membeli pupa yang akan berkembang menjadi lalat BSF dan bertelur. Bila ingin mudah, bisa langsung membeli telur BSF seharga Rp6.000-7.000 per gram bisa secara online.
- Menyiapkan Tempat Penetasan Telur
Langkah kedua adalah mempersiapkan kotak penetasan telur lalat BSF. Selain bisa membuat secara mandiri dari bahan kardus atau kotak plastik, juga dapat memanfaatkan ember atau wadah yang sudah jadi. Setelah tempat penetasan telur lalat BSF siap, masukkan telur lalat BSF dan tunggu hingga menetas, telur BSF akan menetas setelah 3-4 hari. Usai menetas, biarkan larva BSF hidup di wadah penetasan selama 5 sampai dengan 7 hari. Ketika panjang maggot kira-kira 3-4 sentimeter, pindahkan ke biopond atau tempat untuk tahap pembesaran.
- Memindahkan Larva Lalat BSF ke Biopond
Biopond adalah media pembesaran larva yang dapat terbuat dari kayu atau bak plastik. Bisa membuatnya dengan bentuk kotak atau disesuaikan dengan kebutuhan, lalu diisi tanah. Selain itu, biopond untuk maggot juga bisa berbentuk lantai dengan sistem drainase. Maggot sensitif terhadap suhu dan cahaya. Oleh karena itu, bila terlalu terang, biopond perlu diberi tambahan penutup. Adapun suhu yang ideal untuk budidaya maggot adalah antara 24°C sampai 30°C.
- Memberi Makan Maggot BSF
Pakan yang bisa diberikan untuk maggot BSF adalah sampah organik rumah tangga berupa sisa makanan. Sebelum ditaburkan di biopond, pakan dapat dicacah, dihaluskan, atau dibiarkan apa adanya. Pakan hanya diberikan sekali saja dalam sehari. Pastikan bahwa makanan maggot tidak terlalu basah agar bau tak sedap bisa dihindari.
- Memanen Maggot BSF
Saat maggot berumur 15-20 hari, larva lalat BSF ini sudah bisa dipanen. Lalu, untuk memastikan lalat BSF tetap datang ke kandang dan bertelur, taburkan dedak fermentasi di sekitar media penetasan setiap minggu.












