Budidaya Ayam dan Maggot Untuk Manfaatkan Sampah Sisa Makanan, Di TPS3R Dusun Kedung Desa Giripurno

Foto Kepala Dusun Kedung Desa Giripurno Heri Siswanto di kandang maggot

Kota Batu_Pintubatunews.com – Untuk memanfaatkan sampah organik yang diambil dari rumah warga di Dusun Kedung Desa Giripurno Kecamatan Bumiaji Kota Batu, selain digunakan untuk kompos di rumah kompos, sampah jenis makanan dipisahkan digunakan untuk pakan ayam dan maggot. Maggot atau disebut dengan belatung merupakan larva dari jenis lalat Black Soldier Fly (BSF) atau Hermetia Illucens dalam bahasa Latin. Maggot merupakan larva dari jenis lalat yang awalnya berasal dari telur dan bermetamorfosis menjadi lalat dewasa.

Kepala Dusun Kedung Desa Giripurno Heri Siswanto Rabu (8/4/2026) saat ditemui di kandang budidaya maggot menyampaikan, “Kami telah bekerjasama dengan PT United Tractors, mendapat bantuan cara untuk budidaya maggot, bantuan peralatan budidaya maggot, bantuan kandang ayam beserta ayam petelur sejumlah 48 ekor 3 bulan yang lalu. Awal Januari 2026 diajak ke daerah Sidoarjo studi banding di perusahaan yang khusus memproduksi dan menjual hasil maggot.”

Foto budidaya ayam petelur di TPS3R Dusun Kedung

“Hampir tiga minggu budidaya maggot sudah kita lakukan, untuk bibit berasal dari TPS3R Desa Sumbergondo Kecamatan Bumiaji. Maggot yang dihasilkan sementara dipergunakan untuk pakan ayam saja. Pemberian pakan maggot dari sampah organik yang telah dipilah khusus makanan, apabila sampah makanan jumlahnya banyak kita vermentasikan terlebih dulu. Kalau jumlahnya sedikit langsung kita berikan untuk pakannya, “tegasnya.

“Pertumbuhan maggot sangat cepat, sudah beberapa kali panen ada yang langsung dipergunakan untuk campuran pakan ayam dan sebagian ditetaskan untuk menjadi lalat BSF. Lalat BSF setelah bertelur nanti kita jadikan benih kembali, “tambahnya.

“Di TPS3R ini juga ada 5 ekor ayam brahma merupakan jenis ayam hias yang didapat dari bantuan Mas Wildan Bimantoro anggota DPRD Kota Batu. Sudah pernah bertelur tetapi jenis ayam ini tidak bisa menetaskan telurnya, harus ditetaskan dengan ayam lain atau menggunakan mesin penetas ayam, “pungkasnya.

Foto ayam Brahma di TPS3R Dusun Kedung

Dirilis dari https://www.putraperkasa.co.id/ ayam brahma adalah hasil persilangan antara ayam melayu dengan ayam cochin. Hasil persilangan dari kedua jenis ayam ini dikawinkan lagi dengan ayam Grey Chittagong dari India. Dari sinilah terlahir ayam Brahma yang memiliki postur besar dan bulu kaki yang tebal.

Adapun ciri-ciri ayam Brahma yaitu:

  1. Mempunyai bulu yang menyelimuti tubuh hingga kaki
  2. Memiliki warna kulit sedikit kekuningan
  3. Tinggi ayam Brahma dapat mencapai 70 cm
  4. Bobot ayam Brahma betina mencapai 4-6 kg, sedangkan ayam Brahma jantan sekitar 6-8 kg
  5. Terdapat berbagai varietas jika dilihat berdasarkan warna bulunya
  6. Memiliki jengger tegak berukuran sedang
  7. Sifatnya tidak agresif

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *