Kota Batu Pintubatunews.com_ Big Komposter untuk mengolah sampah organik perkotaan di Kota Batu dengan pengembangan ke tingkat desa atau dusun melalui program rumah kompos. Dengan menggunakan tekhnologi sederhana seperti eco enzyme dan fermentasi untuk menghasilkan pupuk organik bagi pertanian serta penghijauan untuk menjadikan Kota Batu percontohan pengelolaan sampah organik.
Pada Jum’at (30/01/ 2026) koordinator pendamping percepatan pengelolaan persampahan dan tim pendukung Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu Stefanus Catur Wicaksono bersama tim pendamping Big Komposter. Untuk melakukan uji coba penggunaan mesin pencacah kompos yang baru diterima di TPA Tlekung Kecamatan Junrejo Kota Batu. Uji coba tersebut tampak hadir Plt Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan Persampahan Kota Batu Ali Taufan.

“Saat ini Big Komposter yang berada di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tlekung telah menghasilkan mesin kompos. Dalam rangka mendukung kinerja proses pemanenan Kompos Big Komposter tersebut, UPTD Persampahan telah mengadakan pembelian Mesin Pencacah yang baru. Mesin pencacah untuk proses pencacahan sudah ada 1unit sehingga saat ini sudah tersedia 2 unit, “tutur Stefanus Catur Wicaksono.
“Hasil ujicoba menunjukkan untuk pisau mesin pencacah terlalu mepet dengan input kompos. Untuk itu saya merekomendasikan dengan dua pilihan. Yaitu dikurangi 3 buah mata pisaunya atau dibuatkan tambahan dengan besi plat untuk penutup atau pelindung mata pisau sehingga saat dimasukkan hasil panen kompos bisa langsung dicacah dengan mudah, ‘tambahnya.

“Semoga dengan bertambahnya mesin pencacah yang baru, proses pemanenan kompos di big komposter ini akan semakin cepat dan efektif, “pungkasnya.












