Atasi Persoalan Sampah, Pemerintah Desa Tlekung Bersama KSM Membuat Buku Panduan Bagi Petugas Penarik Iuran

Foto hanggar TPS3R Desa Tlekung

Kota Batu_Pintubatunews.com – Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Desa Tlekung Kecamatan Junrejo Kota Batu, terletak disebelah kanan pintu masuk tempat pemrosesan akhir (TPA) Tlekung. Mulai beroperasi sejak September 2023 atau setelah penutupan TPA Tlekung pada (30/8/2023).

Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) TPS3R Desa Tlekung Siari saat ditemui Senin (11/5/2026) menyampaikan, “Jumlah pelanggan TPS3R Desa Tlekung saat ini diperkirakan mencapai 1250 rumah atau naik turun karena ada pelanggan yang ngekost. Untuk skala rumah tangga disepakati besaran iurannya per bulan Rp 20.000,-.  Petugas penarik iuran berasal dari lingkungan setempat dengan diberikan fee untuk menarik iuran ke warga sebesar 10%.”

Bagi petugas yang melakukan penarikan iuran ke warga, Pemerintah Desa Tlekung bersama KSM TPS3R membekali dengan buku panduan. Pada tahun berikutnya Pemerintah Desa dan KSM membutuhkan update data terbaru. Akhirnya setiap awal tahun setiap RT diminta mengisi data terbaru dengan diberikan form isian yang masih berupa blanko kosong. Biasanya data berubah-ubah karena keluar masuknya orang yang ngekost, rata-rata hampir dibeberapa RW ada warga yang ngekost. Sedangkan untuk kost-kostan dilihat dulu penghuninya kalau satu rumah dikenakan Rp 20.000 sedangkan per kamar dikenakan iuran Rp 15.000,- itupun kita evaluasi dari volume sampah yang dimuat. Karena jenis kost-kostan itu ada yang untuk umum satu keluarga dan ada yang untuk pelajar atau pegawai perusahaan yang volume sampahnya lebih sedikit, saat pengambilan kita mengetahui langsung berapa volumenya. Untuk petugas penarik iuran diserahkan kepada kebijakan masing-masing Ketua RW, kalau ada satu RW satu orang mampu melakukan sendiri ya dipersilahkan. Yang penting saat mereka menyetorkan iuran yang diterima berdasarkan buku panduan itu sudah sesuai. Penataan atau buku panduan untuk menarik iuran sampah itu memang harus benar-benar ditaati oleh petugas yang ditunjuk sehingga penyetoran ke KSM TPS3R bisa tepat waktu dan tertata.

Foto Siari (tanpa alas kaki) bersama Sekretaris TPS3R, di depan rumah kompos.

“Pengeluaran biaya operasional setiap hari murni berasal dari iuran ini, kegiatan kita benar-benar murni menjaga kebersihan lingkungan dan kembali kepada masyarakat. Konsep kita sederhana mungkin dengan menggunakan anggaran yang ada. Kita tidak banyak melakukan inovasi, karena itu TPS3R ini kita fokuskan hanya untuk pengelolaan dan penanganan sampah. Pemilahan sampah yang bisa dijual kita jual, sedangkan sampah makanan akan dibawa oleh pekerja yang punya ternak. Untuk pengelolaan sampah organik kita lakukan proses pencacahan terlebih dulu. Hasil kompos dua tahun ini diambil oleh Dinas Lingkungan Hidup, sebenarnya banyak warga masyarakat yang ingin mencoba cuma waktu itu dari Dinas punya ikatan kalau komposnya diambil oleh Dinas. Karena untuk volume kompos jumlahnya besar kita masih belum bisa menyediakan. Sedangkan untuk kebutuhan skala kecil ada saja sebenarnya masyarakat yang ingin mencoba satu atau dua kwintal untuk saat ini belum bisa melayani untuk masyarakat karena belum tahu standardnya seperti apa. Secara kasat mata pupuk kompos ini bagus dipergunakan. Contoh yang di depan TPS3R ini pertumbuhan rumput liar ini selalu hijau tidak pernah menguning kekurangan unsur hara karena kandungan komposnya masih ada. Juga pernah dicoba ke tanaman jagung tanpa menggunakan pupuk kandang hasilnya bagus, “tuturnya.

“Untuk armada motor tossa ada 2 unit, pick up cherry 1 unit dan pick up traga pengadaan dari Pemerintah Desa Tlekung 1 unit. Pick up cherry pengadaan TPS3R sendiri bekerjasama dengan pengusaha buah dengan kompesasi tidak dikenakan retribusi bulanan yang penting diperbolehkan membuang sampahnya setiap hari selama 5 tahun sesuai perjanjian. Jumlah pengurus KSM dan pekerja sebanyak 10 orang, pengurus KSM juga merangkap sebagai pekerja pengangkut dan pemilah sampah. Kami bekerja sebagai tim bersama-sama tidak ada yang khusus misalnya menangani sampah organik atau sebagai pemilah saja. Seumpama ada salah satu pekerja yang tidak masuk, yang lainnya bisa langsung mengerjakan, “tegasnya.

“Volume sampah setiap hari rata-rata 2 armada atau sehari-hari setara 3 hingga 4 ton sampah yang kita kelola. Kita mulai bekerja melakukan pengambilan sampah waktunya dimulai setelah selesai Subuh dilanjutkan pemilahan di TPS3R ini dengan harapan sampah yang kita ambil bisa diselesaikan hari ini juga, “pungkas Siari mengakhiri penjelasannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *