Adanya Rumah Kompos Di TPS3R Dusun Krajan Desa Torongrejo, Sampah Tidak Berbau Dan Tidak Menganggu Kenyamanan Warga

Foto petugas pemilah sampah, Sugianto dan Sunardi kedua kakek yang usianya diatas 60 tahun.

Kota Batu_Pintubatunews.com. Rumah kompos di tempat pengelolaan sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) Dusun Krajan Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo Kota Batu mulai beroperasi sejak Senin (16/2/2026). Kabar baik dari pengelolaan sampah organic di rumah kompos Dusun Krajan atau Dusun Tutup ini. Rumah kompos yang dikelola dengan metode benar kini terbukti tidak berbau dan tidak lagi mengganggu kenyamanan warga sekitar.

Rumah kompos yang terdiri 4 sel dan sudah terisi hampir penuh selama 3 bulan di sel 1 saja hal ini karena jumlah pelanggan TPS3R Dusun Krajan/Tutup sejumlah 700 rumah. Dengan asumsi setiap rumah menghasilkan sampah 1,5 kg maka sampah yang dihasilkan perhari 1.050 kg, dari jumlah tersebut sampah organik setiap hari antara 500 kg hingga 600 kg.

Petugas pemilah sampah Sugianto dan Sunardi kedua kakek yang usianya diatas 60 tahun ini, saat ditemui dilokasi Selasa (12/5/2026) sambil mengobrol kedua tanganya tetap memilah sampah dengan membawa sabit dan keranjang.

Sugianto menyampaikan, “Dengan adanya rumah kompos ini saya merasakan sangat banyak manfaatnya. Saat ini lalat dan bau sampah yang biasanya menyengat sudah banyak berkurang. Dulu air lindi yang dihasilkan dari tumpukan sampah ini mengalir kemana-mana. Bahkan pernah mendapat protes dari pemilik sawah didekat TPS3R ini, mereka mengeluhkan bau tak sedap dan banyaknya lalat yang beterbangan kesana kemari sehingga menganggu saat mereka bekerja disawah.”

“Saya sangat berterima kasih kepada Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu yang telah membantu rumah kompos disini, sehingga sampah organik yang sudah kami pilah ini ada tempat untuk bisa diolah menjadi pupuk kompos,”tegasnya.

Sunardi yang berdiri disampingnya menambahkan, “Kami berterima kasih kepada Pemerintah Desa Torongrejo yang sudah memperbaiki hanggar untuk pemilahan sampah ini, sehingga kami berdua saat bekerja dari pagi hingga sore hari sudah tidak kepanasan dan kehujanan lagi. Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kota Batu dan Pemerintah Desa Torongrejo yang telah memperhatikan fasilitas di TPS3R ini sehingga sampah saat bisa tertangani dengan baik. Tanpa dukungan dari DLH belum tentu bisa punya rumah kompos ini, “tegasnya.

“Setelah hari raya Idul Fitri yang lalu untuk menghindari penumpukan sampah di tempat pemilahan ini, terkadang hari Minggu kami berdua tetap masuk bekerja. Kalau libur hari Minggu, besok Seninnya harus melakukan pemilahan sampah sampai Maghrib belum tentu selesai. Akhirnya kami sepakat meskipun hari Minggu tetap masuk kerja, dengan harapan sampah yang masuk hari ini, langsung bisa tertangani sehingga tidak ada sampah yang menginap baik dirumah warga maupun di TPS3R ini, “pungkas Sunardi mengakhiri penjelasannya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *