Kota Batu_Pintubatunews.com. Rumah kompos di TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reduce-Reuse-Recycle) Desa Sidomulyo Kecamatan Batu Kota Batu, dibangun bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu. Terdiri dari 5 sel yang mulai beroperasi sejak 12 Januari 2026. Saat ini sudah mulai memanen pupuk kompos yang telah diisi di sel 1 dengan sampah organik selama satu bulan dengan perkiraan jumlah sampah organik sebanyak 5 hingga 6 ton. Karena kesadaran warga memilah sampah dari sumbernya masih kurang atau belum semuanya melakukan pemilahan sehingga sampah organik yang dipanen masih bercampur plastik. Setelah dilakukan pencacahan dan pengayakan pada saat panen, dari jumlah sampah organik tersebut yang bisa dikemas dan dijual kurang lebih sejumlah 1 ton. Sampah organik yang tidak memenuhi kriteria akhirnya dilakukan pembakaran di insinerator.

Fatchur Rochman Ketua KSM TPS3R Desa Sidomulyo pada saat ditemui Senin (1/4/2026) dengan didampingi Aditya Pendamping TPS3R dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu. “Sisa sampah organik setelah hari raya Idul Fitri masih menumpuk di sel 2 dan sel 3, belum selesai dilakukan pemilahan sampah anorganiknya. Untuk sampah organik yang mau masuk ke sel rumah kompos, kami akan melakukan uji coba dengan melakukan proses pencacahan terlebih dulu. Dengan harapan sampah organik yang masuk ke sel jumlahnya akan lebih banyak dan akan mempercepat proses fermentasi, saat panen nantinya tinggal melakukan pengayakan saja, “tuturnya.
“Rumah kompos disini sudah tidak berbau lagi, hal ini karena setiap hari dilakukan penyemprotan menggunakan campuran eco enzyme dengan EM4. Selain untuk mempercepat proses fermentasi sampah organik di rumah kompos, juga terbukti dapat mengurangi pencemaran udara yang biasanya di dekat sampah baunya menyengat, “tegasnya.

“Sampah organik yang sedang dipanen ini sudah ada pedagang tanaman bunga warga Desa Sidomulyo sini yang sudah datang, mau membeli pupuk kompos yang kita panen dengan kisaran harga Rp1.000,- per Kg, ya semoga ke depannya ada peningkatan harga jual, “ jelasnya penuh harap.
“Kami bersyukur dengan adanya rumah kompos ini, bisa menghemat biaya pengeluaran untuk membuang campuran sampah organik yang tidak bisa dibakar. Sebelum ada rumah kompos, tiap bulan campuran sampah organik yang kita buang ke pihak ketiga sebanyak 2 hingga 3 dum truk. Dengan adanya rumah kompos ini bau busuk yang biasanya timbul sudah berkurang, dan penghematan biaya kurang lebih Rp 2.800.000,- perbulan, “pungkas Fatchur Rochman.












