Kota Batu_Pintubatunews.com — Upaya mendukung pembangunan sekaligus pemberdayaan masyarakat desa terus dilakukan PT United Tractors Tbk (UT) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Salah satunya diwujudkan di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Dusun Kedung, Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.
Program CSR tersebut tidak hanya diarahkan pada pengelolaan sampah, tetapi juga mendorong Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) mengembangkan kegiatan produktif yang dapat menghasilkan pendapatan tambahan untuk menopang keberlanjutan operasional TPS3R.
Selasa (22/9/2026), CSR Officer United Tractors Gilang Bimantara bersama Bagus Fatkul melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap pelaksanaan program CSR di TPS3R Dusun Kedung.
Kedatangan tim United Tractors diterima langsung Kepala Dusun Kedung, Desa Giripurno, Heri Siswanto, bersama Ketua KSM TPS3R Dusun Kedung, Suwaji.
Heri Siswanto mengatakan, sekitar satu bulan sebelumnya TPS3R Dusun Kedung mendapatkan bantuan empat unit bioflok dari United Tractors untuk dikembangkan sebagai sarana budidaya ikan air tawar.
“Sebulan yang lalu kami mendapatkan empat unit bioflok CSR dari United Tractors untuk budidaya ikan air tawar. Tiga bioflok untuk budidaya ikan lele dan satu bioflok untuk ikan tombro,” ujar Heri.
Menurutnya, pengadaan benih ikan lele didukung melalui anggaran United Tractors. Sementara itu, benih ikan tombro diperoleh dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah tersebut.
“Untuk benih ikan lele anggarannya dari United Tractors. Sedangkan ikan tombro berasal dari adik-adik mahasiswa yang melakukan KKN dari Universitas Muhammadiyah. Mereka membantu benih ikan tombro sebanyak 1.400 ekor dengan ukuran masih sangat kecil,” jelasnya.
Heri menyebut, tingkat kematian benih tombro sejauh ini relatif rendah setelah dipindahkan ke kolam bioflok. Ia menduga kondisi tersebut tidak terlepas dari kesesuaian suhu lingkungan Desa Giripurno dengan kebutuhan ikan.
“Alhamdulillah sepertinya cocok dengan suhu udara di Desa Giripurno ini. Setelah benih diterima langsung dipindahkan ke bioflok, tingkat kematiannya sangat rendah,” tuturnya.
Green House Dialihkan ke Bunga Potong
Selain mengembangkan budidaya ikan, TPS3R Dusun Kedung juga melakukan inovasi terhadap pemanfaatan green house yang sebelumnya digunakan untuk tanaman cabai.
Heri mengakui, hasil budidaya cabai di dalam green house belum memberikan hasil maksimal. Karena itu, pengelola berencana mengalihfungsikannya untuk budidaya bunga potong yang dinilai memiliki peluang ekonomi lebih baik.
“Untuk green house yang sebelumnya dipakai untuk tanaman cabai hasilnya tidak begitu maksimal. Selanjutnya akan dipergunakan untuk budidaya bunga potong yang lebih mendatangkan income. Kami tetap berinovasi, yang penting bisa menambah pendapatan,” katanya.
Langkah tersebut, lanjut Heri, menjadi bagian dari upaya KSM mencari sumber pendapatan alternatif. Sebab, jika hanya mengandalkan iuran masyarakat, biaya operasional pengelolaan TPS3R dinilai cukup sulit untuk dipenuhi.
“Kalau hanya mengandalkan iuran dari warga saja, akan susah untuk menutup biaya operasional KSM,” ungkapnya.
Bunga Matahari Mulai Dipanen
Tidak hanya mengembangkan bunga potong, sejumlah tanaman yang telah dibudidayakan di kawasan TPS3R juga mulai memberikan hasil. Salah satunya bunga matahari yang beberapa tangkainya telah memasuki masa panen.
Pemasaran hasil panen tersebut turut mendapat dukungan dari Bagus Fatkul dari United Tractors.
“Seperti menanam bunga matahari, sudah ada beberapa tangkai yang sudah bisa dipanen dan dibantu pemasarannya oleh Mas Bagus Fatkul dari United Tractors. Prinsipnya yang penting ada hasilnya,” kata Heri.
Selain bunga, tanaman sayuran yang dikembangkan sebelumnya juga telah memasuki masa panen. Meski nilai ekonominya belum besar, hasil tersebut setidaknya mulai memberikan tambahan pendapatan bagi kegiatan KSM.
“Untuk tanaman sayurannya juga sudah panen. Ya, paling tidak ada income, meskipun jumlahnya tidak terlalu besar,” pungkas Heri.
Program CSR United Tractors di TPS3R Dusun Kedung tersebut menunjukkan bahwa fasilitas pengelolaan sampah dapat dikembangkan tidak hanya sebagai tempat pengolahan sampah, tetapi juga sebagai ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui kegiatan produktif seperti budidaya ikan, tanaman hortikultura, hingga bunga potong.












