Sampah Organik Tak Terbuang Sia-sia! TPS3R Kedung Desa Giripurno Mulai Panen Kompos

Kota Batu, Pintubatunews.com – Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Dusun Kedung, Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, mulai memanen sampah organik yang diolah melalui rumah kompos.

Rumah kompos tersebut mulai beroperasi sejak 1 April 2026. Setelah beberapa bulan berjalan, hasil pengolahan sampah organik kini mulai dapat dipanen dan dimanfaatkan menjadi kompos.

Ketua KSM TPS3R Dusun Kedung, Desa Giripurno, Suwaji, mengatakan saat ditemui di rumah kompos bersama dua orang pekerja yang sedang melakukan pemilahan sampah, Selasa (22/9/2026), volume sampah dari rumah warga terus mengalami peningkatan.

Menurut Suwaji, peningkatan volume sampah tersebut diikuti dengan semakin baiknya kesadaran warga dalam memilah sampah dari sumbernya.

Saat ini sel ke-1 rumah kompos sudah diisi dengan sampah organik yang baru diambil dari rumah warga oleh petugas. Kami bersyukur semakin hari jumlah sampah dari warga volumenya semakin meningkat, tetapi sudah terpilah antara sampah organik dengan sampah anorganiknya,” ujar Suwaji.

Ia mengakui masih ditemukan beberapa kantong plastik berisi sampah organik yang tercampur dengan sampah plastik. Namun, jumlahnya dinilai tidak terlalu banyak sehingga tidak terlalu menyulitkan petugas dalam proses pemilahan.

Hanya beberapa saja kantong plastik yang berisi sampah organik tercampur sampah jenis plastik. Syukurlah jumlahnya tidak terlalu banyak. Hal ini memudahkan petugas yang melakukan pemilahan sampah di TPS3R saat memasukkan ke sel rumah kompos,” jelasnya.

Sementara itu, dari proses pengolahan yang telah dilakukan, KSM TPS3R Dusun Kedung sudah berhasil memanen kompos dan mengemasnya ke dalam karung.

Saat ini, stok kompos yang telah dikemas mencapai sekitar 600 kilogram, sedangkan sebagian hasil olahan lainnya masih dalam tahap pengeringan.

Kompos yang sudah kami panen dan dikemas dalam karung telah tersedia stok 600 kilogram. Sebagian masih dalam proses pengeringan setelah kami keluarkan di halaman untuk dikeringkan,” terang Suwaji.

Suwaji mengatakan, hasil kompos tersebut untuk sementara belum diarahkan untuk dijual. Rencananya, kompos hasil pengolahan sampah organik akan dimanfaatkan sendiri untuk mendukung penghijauan di lingkungan TPS3R.

Rencananya hasil dari kompos yang kami panen akan dipergunakan sendiri untuk pemupukan di halaman TPS3R, baik untuk tanaman sayur-mayur maupun tanaman bunga,” pungkas Suwaji dengan nada bangga.

Pengolahan sampah organik melalui rumah kompos tersebut menjadi salah satu upaya KSM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *