Jakarta, Pintbatunews.com — Presiden Prabowo Subianto memerintahkan penindakan tegas terhadap korporasi yang terbukti bertanggung jawab atas kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Selain pencabutan izin usaha, pemerintah diminta tetap menyelidiki kemungkinan adanya unsur pidana terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.
Instruksi tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat memimpin rapat terbatas secara hybrid terkait penanganan sejumlah bencana di Tanah Air dari Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Dalam rapat tersebut, Presiden menyoroti laporan Kapolri mengenai dugaan kebakaran yang disengaja serta keterlibatan sejumlah korporasi.
“Jadi semua tadi yang dinilai oleh Kapolri, diverifikasi yang melanggar, kita akan bertindak dengan keras,” tegas Prabowo.
Presiden menegaskan, korporasi yang telah terbukti melakukan pelanggaran, terlebih yang sebelumnya pernah dikenai sanksi namun kembali melakukan pelanggaran, harus menghadapi tindakan lebih tegas.
“Apalagi yang sudah diberi sanksi tahun-tahun yang dulu, kalau sekarang masih dia melanggar, berarti tidak ada jalan lain, kita harus cabut semua izin-izinnya,” ujarnya.
Prabowo meminta proses verifikasi dilakukan secara menyeluruh sebelum pencabutan izin dijalankan. Namun, apabila tanggung jawab suatu pihak telah terbukti, pemerintah diminta tidak memberikan toleransi.
“Kalau memang sudah jelas bahwa dia bertanggung jawab, kita harus cabut semua izinnya. Dan bila perlu setelah dicabut, tetap kita selidiki unsur pidananya. Tidak ada ampun mulai sekarang,” kata Presiden.
Kapolri Diminta All Out
Presiden juga memberikan instruksi khusus kepada Kapolri agar mengerahkan seluruh jajaran dan instansi terkait untuk mendalami dugaan pelanggaran karhutla.
Menurut Prabowo, penyelidikan harus dilakukan secara mendalam agar pihak yang bertanggung jawab dapat dikenai tindakan sesuai dengan bentuk pelanggarannya.
“Kapolri saya minta all out. Saya minta kerahkan instansi yang di bawah kalian. Selidiki sedalam-dalamnya dan kita tindak. Kita tidak bisa lagi toleransi soal ini,” tegasnya.
Selain penegakan hukum, Presiden meminta seluruh jajaran pemerintah mempertahankan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi karhutla.
Berdasarkan laporan yang diterimanya, kondisi dalam sekitar satu setengah bulan ke depan masih cukup rawan. Karena itu, pemerintah diminta tetap menjaga stamina dan meningkatkan langkah antisipasi.
“Kita harus punya stamina, ketahanan, tadi sudah dilaporkan satu setengah bulan ke depan masih cukup rawan, tapi kita sekarang akan mencari langkah-langkah solusi menyeluruh,” ujar Prabowo.
Karhutla Jadi Pelajaran untuk Perkuat Mitigasi
Presiden menilai penanganan karhutla saat ini harus menjadi bahan evaluasi untuk membangun sistem mitigasi yang lebih kuat pada masa mendatang.
Ia meminta persiapan dilakukan secara lebih masif agar pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan dapat berlangsung lebih cepat, terpadu, dan efektif.
“Persiapan kita harus lebih masif, dan penanganan-penanganan yang akan datang saya yakin akan lebih baik dari pengalaman kita sekarang,” kata Prabowo.
Presiden kembali menegaskan bahwa persoalan kebakaran hutan harus dikendalikan secara serius melalui kombinasi pencegahan, kesiapsiagaan, dan penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melanggar.
“Saya tekankan bahwa masalah kebakaran hutan ini harus kita benar-benar kendalikan,” tegasnya.












