Volume Sampah Tak Seimbang dengan Iuran, TPS3R Temas Sae Bersatu Akan Data Ulang 1.700 Pelanggan

Kota Batu – Pintubatunews.com — Pengelolaan sampah di Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu, tengah menghadapi persoalan serius. Volume sampah yang masuk ke TPS3R Temas Sae Bersatu dinilai tidak sebanding dengan iuran yang diterima pengelola. Kondisi tersebut mendorong Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Temas Sae Bersatu melakukan pendataan ulang seluruh pelanggan layanan persampahan.

Ketua KSM TPS3R Temas Sae Bersatu, Almutakimal, mengungkapkan saat ini terdapat sekitar 1.700 rumah atau wuwung yang tercatat sebagai pelanggan. Namun, angka tersebut kini akan diverifikasi kembali setelah pengurus melakukan evaluasi terhadap kondisi di lapangan.

“Jumlah pelanggan sampah yang dilayani oleh TPS3R selama ini yang terdaftar kurang lebih 1.700 rumah atau wuwung,” kata Almutakimal, Jumat (4/9/2026).

Menurutnya, persoalan muncul ketika pengurus membandingkan antara volume sampah yang diterima TPS3R dengan pemasukan dari iuran pelanggan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya ketidaksesuaian yang cukup signifikan.

“Setelah kami adakan evaluasi di lapangan, volume sampah yang masuk dibandingkan dengan iuran yang diterima KSM sangat tidak sesuai. Sepertinya masih banyak sampah yang masuk belum terdata,” ungkapnya.

Bukan Sekadar Mendata, KSM Akan Turun Langsung ke Lapangan

Menghadapi kondisi tersebut, KSM tidak ingin hanya mengandalkan data administrasi lama. Pengurus akan melakukan verifikasi langsung dari rumah ke rumah. Setiap rumah yang telah diverifikasi nantinya akan dipasangi stiker baru sebagai penanda bahwa pelanggan tersebut sudah masuk dalam pendataan terbaru. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan jumlah pelanggan benar-benar sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.

“Kami bersama-sama pengurus KSM mau introspeksi dengan cara terjun lapangan untuk melakukan pendataan ulang dengan memasang stiker baru sebagai tanda sudah didata. Supaya nantinya mendapatkan data yang baru dan valid,” jelas Almutakimal.

Data hasil pendataan tersebut nantinya akan dibandingkan dengan data tahun sebelumnya. Dari proses itu, KSM berharap dapat mengetahui secara lebih jelas jumlah pelanggan aktif sekaligus menemukan kemungkinan adanya sumber sampah yang selama ini belum masuk dalam data pelanggan.

Iuran Rp25 Ribu Berpotensi Naik

Persoalan berikutnya menyangkut biaya operasional. Saat ini pelanggan dikenai iuran sebesar Rp25.000 per rumah per bulan. Namun, apabila setelah pendataan dan evaluasi jumlah penerimaan masih belum mampu menutup biaya operasional TPS3R, KSM membuka kemungkinan melakukan penyesuaian iuran.

“Kalau datanya sudah betul, iuran sampah saat ini Rp25.000. Bila masih kurang untuk memenuhi biaya operasional, rencana kami setelah evaluasi akan kami naikkan lagi demi kelancaran pengelolaan sampah di TPS3R ini,” tegasnya.

Meski demikian, Almutakimal menekankan bahwa keputusan mengenai kenaikan iuran akan dilakukan setelah data pelanggan benar-benar diperbarui dan evaluasi menyeluruh selesai. Bagi pengelola, persoalannya bukan semata-mata mengenai besaran iuran. Yang jauh lebih penting adalah memastikan biaya operasional pemilahan dan pengelolaan sampah setiap bulan dapat terpenuhi.

“Yang penting biaya operasional untuk pemilahan sampah setiap bulannya sudah tertutupi. Ke depannya jangan sampai selalu direpotkan dengan biaya operasional tersebut,” ujarnya.

Foto Ketua KSM TPS3R Temas Sae Bersatu, Almutakimal.

Target Dua Bulan, Sekaligus Tekan Sampah Liar

Pendataan ulang tersebut ditargetkan berlangsung dalam dua bulan mendatang. KSM berharap langkah tersebut tidak hanya menyelesaikan persoalan administrasi pelanggan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengurangi praktik pembuangan sampah liar. Dengan data pelanggan yang lebih akurat, pengelola dapat mengetahui rumah tangga mana saja yang telah mendapatkan layanan sekaligus memperjelas cakupan pelayanan TPS3R.

“Untuk membenahi itu kami lakukan pendataan seperti TPS3R desa lainnya yang sudah jalan. Jadi pendataan ini untuk menanggulangi pembuangan sampah liar,” kata Almutakimal.

Ia berharap setelah proses pendataan selesai, KSM memiliki basis data pelanggan yang lebih valid sehingga pengelolaan sampah di TPS3R Temas Sae Bersatu dapat berjalan lebih tertib, profesional, dan berkelanjutan.

“Pendataan yang akan dilakukan KSM kami usahakan dalam dua bulan mendatang, sehingga bisa mengurangi beban pengurus untuk membiayai operasionalnya,” pungkasnya.

Kini, sekitar 1.700 pelanggan akan kembali diverifikasi. Hasil pendataan tersebut akan menjadi pijakan penting bagi KSM TPS3R Temas Sae Bersatu dalam menentukan arah pengelolaan sampah, termasuk kemungkinan penyesuaian iuran ke depan.

Infografis, ayo pilah sampah dari sumbernya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *