Kota Batu_Pintubatunews.com – Upaya pemanfaatan sampah organik terus dikembangkan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Dusun Pandan, Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.
Ketua KSM TPS3R Dusun Pandan, Ruslan, bersama anggota melakukan panen eco enzyme yang sebelumnya dibuat bersama ibu-ibu Dasawisma pada Minggu (17/5/2026). Setelah melalui proses fermentasi selama kurang lebih tiga bulan, eco enzyme tersebut akhirnya dipanen pada Jumat (3/9/2026).
Kegiatan panen didampingi Suprapti Kanti Mulyani dan Gung Endah, yang merupakan bagian dari Divisi Eco Enzyme Tim Praktisi Pendamping Percepatan Pengelolaan Persampahan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu.
Meski kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya bersama dalam mengembangkan pemanfaatan eco enzyme, pada saat panen hanya dua anggota KSM yang dapat hadir. Salah satunya merupakan Ketua RT setempat, bersama istri Ketua KSM TPS3R Dusun Pandan.
Dari hasil panen, KSM TPS3R Dusun Pandan berhasil memperoleh sekitar 150 liter eco enzyme.
Ruslan mengatakan, sebenarnya pihaknya mendapat ajakan dari Gung Endah untuk langsung kembali membuat eco enzyme setelah kegiatan panen. Namun, rencana tersebut belum dapat dilakukan karena stok eco enzyme yang tersedia masih cukup banyak.
“Sebenarnya kami diajak Bu Gung Endah saat panen langsung membuat eco enzyme lagi. Tetapi kami masih belum bisa karena eco enzyme yang kami panen hari ini sejumlah 150 liter,” ujar Ruslan.

Menurutnya, kebutuhan eco enzyme di Rumah Kompos TPS3R Dusun Pandan juga relatif sedikit. Dalam satu minggu, penggunaannya hanya sekitar satu liter, sedangkan dalam satu bulan diperkirakan hanya membutuhkan sekitar lima liter.
Dengan jumlah hasil panen mencapai 150 liter, stok tersebut secara matematis diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan penggunaan di Rumah Kompos hingga sekitar 30 bulan atau 2,5 tahun, apabila tingkat pemakaiannya tetap berada pada kisaran lima liter per bulan.
Akan Dibagikan kepada Warga
Ruslan menambahkan, agar eco enzyme yang telah diproduksi tidak hanya menjadi stok di TPS3R, pihaknya berencana memanfaatkannya untuk mendukung edukasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Eco enzyme tersebut rencananya akan dibagikan kepada ibu-ibu Dasawisma saat kegiatan pertemuan dan kami akan menumpang sosialisasi pemilahan sampah dari dimulai dari rumah atau sumbernya.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat akan diberikan pemahaman mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah. Eco enzyme juga akan diperkenalkan sebagai salah satu bahan yang dapat dimanfaatkan dalam pengelolaan sampah organik.
“Peserta yang datang mengikuti acara tersebut akan kami bagikan eco enzyme supaya diterapkan saat melakukan pemilahan sampah dari rumah. Sampah organiknya bisa disemprot dengan larutan eco enzyme,” jelas Ruslan.
Menurut Ruslan, langkah tersebut diharapkan dapat membuat hasil produksi eco enzyme memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari edukasi mengenai pentingnya mengurangi sampah sejak dari sumbernya.
Ia menambahkan, apabila kegiatan sosialisasi kepada masyarakat tersebut dapat terlaksana, KSM TPS3R Dusun Pandan akan kembali memproduksi eco enzyme. “Kalau acara sosialisasi bisa terlaksana, tentunya kami nanti akan membuat eco enzyme lagi,” pungkas Ruslan.
Panen eco enzyme di TPS3R Dusun Pandan ini menjadi salah satu contoh pemanfaatan sampah organik melalui pendekatan sederhana namun berkelanjutan. Selain menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan kembali, kegiatan tersebut juga membuka ruang edukasi bagi masyarakat untuk semakin sadar melakukan pemilahan sampah dari rumah.













