Kota Batu_Pintubatunews.com_Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Sami Berkah yang mengelola Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Dusun Kajang, Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, tengah menghadapi kendala operasional akibat sejumlah mesin pengolahan sampah mengalami kerusakan.
Salah seorang anggota KSM Sami Berkah, Supriyanto, warga kelahiran Kota Kediri, mengungkapkan bahwa dirinya mulai terlibat dalam pengelolaan TPS3R setelah menikah dengan warga Desa Mojorejo. Saat TPS3R Dusun Kajang mulai membuka kesempatan bagi pekerja, ia langsung bergabung dan ikut menangani pengelolaan sampah.
Saat ditemui di lokasi TPS3R, Rabu (26/8/2026), Supriyanto menjelaskan bahwa saat ini mesin pencacah atau penggiling sampah organik mengalami kerusakan. Selain itu, mesin gibrig yang digunakan dalam proses pengolahan sampah juga tidak dapat beroperasi.
“Mesin gibrig kami memiliki tiga motor diesel sebagai penggeraknya. Namun, ketiganya saat ini mengalami kerusakan,” ujar Supriyanto.
Kerusakan tersebut, lanjutnya, telah berlangsung sekitar 10 hari. Pihak KSM sebenarnya sudah berupaya memanggil teknisi untuk melakukan perbaikan. Namun, setelah mesin pencacah digunakan sekitar satu jam, kerusakan kembali terjadi.
Kondisi tersebut berdampak pada proses pengolahan sampah organik. Sampah organik yang telah dipilah sementara belum dapat langsung masuk ke rumah kompos. Para pekerja lebih memfokuskan kegiatan pada pengambilan sampah dari rumah warga dan pemilahan antara sampah organik dan anorganik.
Sementara itu, Ketua KSM Sami Berkah, Saji Pramono, saat ini tengah berupaya mencari teknisi yang mampu memperbaiki mesin-mesin tersebut agar kegiatan pengolahan sampah dapat kembali berjalan secara optimal.

Keterbatasan Pekerja Hambat Panen Kompos
Selain persoalan kerusakan mesin, TPS3R Sami Berkah juga menghadapi keterbatasan jumlah pekerja. Kondisi tersebut menyebabkan proses pemanenan kompos yang seharusnya sudah dilakukan belum dapat dilaksanakan.
Menurut Supriyanto, terdapat dua sel di rumah kompos yang sebenarnya sudah memasuki waktu panen. Namun, keterbatasan tenaga membuat proses tersebut belum sempat dilakukan.
Padahal, musim kemarau dinilai menjadi waktu yang tepat untuk melakukan pemanenan kompos karena proses pengeringan membutuhkan kondisi cuaca yang mendukung.
“Musim kemarau sebenarnya waktu yang tepat untuk melakukan panen kompos karena kompos membutuhkan proses pengeringan,” jelasnya.
KSM Sami Berkah berharap perbaikan mesin pengolahan segera dapat dilakukan sehingga aktivitas pengelolaan sampah, mulai dari pemilahan, pencacahan hingga pengolahan sampah organik menjadi kompos, dapat kembali berjalan secara maksimal.
Keberadaan TPS3R di Dusun Kajang tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi sampah sekaligus mendorong masyarakat untuk melakukan pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.













