Kota Batu_Pintubatunews.com _Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) reguler Angkatan 120 Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta yang ditempatkan di Desa Pesanggrahan menggelar Workshop Digital Literacy bertajuk “Bijak Bermedia” pada Sabtu (15/8/2026). Kegiatan ini digelar di Balai Pertemuan Mayangsari, Dusun Srebet Timur, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Kota Batu, dan diikuti oleh 39 warga desa setempat.
Kegiatan terselenggara atas kerja sama mahasiswa KKN dengan Pemerintah Desa Pesanggrahan, yang membantu menyediakan tempat sekaligus mengatur jadwal pelaksanaan acara. Workshop digelar dengan tujuan mengedukasi masyarakat agar lebih bijak dalam bermedia sosial, khususnya agar tidak mudah terpapar dan menyebarkan berita bohong atau hoaks.

Acara dimulai dengan sambutan dari Ketua Pelaksana kegiatan, Saifuddin Luthfi. Materi utama kemudian disampaikan oleh Khoirullah Zikri, S.Ag., M.A.StRel, yang juga merupakan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) kelompok KKN 120 Desa Pesanggrahan. Zikri menempuh pendidikan S1 di Fakultas Ushuluddin IAIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi, S2 di jurusan Studies in Religion, University of Queensland, Australia, serta S3 di jurusan Religious Studies, University of Canterbury, Selandia Baru.
Dalam paparannya, Zikri menjelaskan tentang tingginya tingkat keterhubungan masyarakat dengan dunia digital saat ini, serta bagaimana perspektif Islam memandang pentingnya menyaring dan memverifikasi informasi sebagaimana prinsip periwayatan (sanad) yang berlaku tidak hanya untuk hadis, tetapi juga relevan diterapkan pada konteks informasi yang lebih luas di era digital.
Ia juga membagikan sejumlah langkah praktis untuk mengenali informasi yang kredibel, di antaranya memanfaatkan mesin pencari seperti Google atau Yandex disertai fitur filter, memeriksa lembaga resmi yang kompeten sesuai isu (misalnya BMKG untuk isu cuaca), hingga mengecek keaslian gambar dan video lewat Google Images atau Yandex Images.
Materi turut mengupas cara mengenali domain situs yang kredibel seperti .go (pemerintah), .ac/.edu (pendidikan), dan .org (organisasi) serta tips berhati-hati saat mengakses sebuah website, mulai dari memastikan situs menggunakan protokol https, memperhatikan ikon gembok keamanan pada browser, hingga mewaspadai domain palsu yang menyerupai domain resmi (seperti kasus situs phishing yang meniru Prakerja.go.id).

Selain itu, peserta juga diajak memahami cara memilih sumber online berkualitas, yakni dengan memprioritaskan lembaga besar dan kredibel, melakukan cross-check antarsumber, memverifikasi tanggal publikasi informasi, serta mengenali rekam jejak narasumber melalui akun media sosial resmi, kanal resmi, maupun akun akademik seperti LinkedIn, Publons, ORCID, Academia, atau ResearchGate.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa KKN turut berperan aktif menyiapkan bahan materi, memfasilitasi jalannya acara, dan mendampingi peserta hingga workshop selesai.
“Literasi digital hari ini bukan sekadar soal melek teknologi, tapi soal kemampuan menelusuri kebenaran sebuah informasi sampai ke akarnya sama seperti bagaimana kita menjaga keabsahan sebuah riwayat. Kalau warga terbiasa mengecek sumber sebelum percaya apalagi menyebarkan, insyaallah kita bisa bersama-sama menekan penyebaran hoaks,” ujar Zikri.
Sejumlah warga yang hadir mengaku berterima kasih atas materi yang disampaikan, karena dinilai sangat bermanfaat dan relevan dengan aktivitas bermedia sosial sehari-hari. Melalui kegiatan ini, warga Desa Pesanggrahan diharapkan semakin teredukasi soal literasi digital dan tidak mudah termakan hoaks yang beredar di media sosial.












