Jakarta_Pintubatunews.com_Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusatenggara Barat juga salah satu peserta yang mengikuti Pameran Gerakan Bersih Dan Edukasi Pengelolaan Sampah yang dilaksanakan di halaman Kantor Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Dirjen Binabangda) Kementerian Dalam Negeri Jum’at (14/8/2026).
Dari Kabupaten Lombok Timur hadir antara lain Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DR., Fathurrahman, Sekretaris DLH Maryani, ST. ME., Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Dewanto Hadi., ST.MT dan pemerhati lingkungan Husni Hari. Rombongan Kabupaten Lombok Timur dengan menampilkan produk yang berbahan baku dari sampah di stand pameran. Kedatangan mereka ke Jakarta untuk menindaklanjuti program LSDP yang diinisiasi Kemendagri. LSDP (Local Service Delivery Improvement Program) adalah inisiatif Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bekerja sama dengan Bappenas, Kementerian PUPR, dan didanai oleh Bank Dunia. Program ini berfokus pada pengelolaan sampah padat terpadu dari hulu ke hilir di tingkat daerah dengan konsep ekonomi sirkular dan zero waste.
Kepala DLH Kabupaten Lombok Timur DR., Fathurrahman saat ditemui di stand pamerannya Jum’at (14/8/2026) menuturkan, “Volume sampah yang dihasilkan Lombok Timur 510 ton perhari, yang masuk ke TPA sebanyak 110 ton perhari. Di TPA ada pemilahan sampah organik dan anorganik dengan jumlah lebih dari 100 orang, disana ada pemulung yang ada organisasinya sehingga membantu kita mengurangi sampah di TPA (tempat pemrosesan akhir sampah).”

“Pengelolaan sampah di Kabupaten Lombok Timur masih pola controlled landfill. (Controlled landfill adalah sistem pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir/TPA sebagai bentuk transisi dari pembuangan terbuka/open dumping menuju sanitary landfill. Sampah ditimbun, diratakan, dan dipadatkan dengan alat berat, lalu ditutup dengan lapisan tanah secara berkala untuk mengurangi bau, lalat, dan gas metana_red). Tetapi insyaalah kita akan menuju sanitary landfill (Sanitary landfill adalah cara mengurus sampah di tempat akhir dengan menumpuk sampah di lubang atau tanah yang rendah, meratakannya, memadatkannya dengan alat berat, lalu menutupinya dengan lapisan tanah setiap hari. Cara ini membuat sampah tidak dibiarkan terbuka seperti di tempat pembuangan biasa_red), “jelasnya”
“Kami punya modal semangat dari para pimpinan di Kabupaten Lombok Timur dan semangat dari masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan sampah ini cukup kuat, dengan modal yang kuat ini nanti kita akan bergerak. Di Kabupaten Lombok Timur ada sejumlah 14 TPS3R (tempat pengolahan sampah – reduce, reuse, recycle) tetapi yang beroperasional hanya 1 TPS3R ini yang menjadi pekerjaan rumah kami. Untuk pengurangan dan pemilahan sampah skala rumah tangga juga masih belum berjalan, tetapi yang paling penting sebenarnya keinginan kuat dari pemerintah dan masyarakat. Barulah nanti kita isi pengetahuan pengelolaan sampah dan ketrampilannya untuk menghidupkan kembali TPS3R ini. Salah satu yang kami ajak mengikuti pameran disini ini Ibu Husni Hari yang merupakan pemerhati lingkungan sudah mengelola sampah menjadi beberapa produk daur ulang seperti tas, selimut, taplak, dan tumbler, “tambahnya.
“Untuk pengelolaan sampah organik selama ini belum semuanya dilakukan, tetapi ada beberapa teman-teman sudah mengelola menjadi maggot, dan kompos. Sampah yang berasal dari SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi untuk program Makan Bergizi Gratis_red) itu yang dikelola menjadi maggot untuk pakan ikan dan ternak unggas. Untuk kompos DLH bekerja sama dengan Dinas Pertanian sehingga kompos yang dihasilkan dibeli Dinas Pertanian. Di masyarakat juga ada usaha masyarakat yang mengambil kompos itu dalam jumlah besar, “pungkas DR., Fathurrahman.












