Jakarta_Pintubatunews.com_Kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat merupakan salah satu peserta yang akan mengikuti Pameran Gerakan Bersih Dan Edukasi Pengelolaan Sampah yang dilaksanakan di halaman Kantor Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Jum’at (14/8/2026).
Rombongan dari Kota Pontianak telah hadir untuk mempersiapkan stand pameran Kamis (13/8/2026). Sekaligus untuk menindaklanjuti program LSDP. LSDP (Local Service Delivery Improvement Program) adalah inisiatif Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bekerja sama dengan Bappenas, Kementerian PUPR, dan didanai oleh Bank Dunia. Program ini berfokus pada pengelolaan sampah padat terpadu dari hulu ke hilir di tingkat daerah dengan konsep ekonomi sirkular dan zero waste.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) tempat pemrosesan akhir (TPA) Batulayang Kota Pontianak Wawan Setiawan saat ditemui di stand pameran menuturkan, “Kota Pontianak untuk pengajuan program LSDP mulai berproses tahun 2023 di tahap awal, dan sudah empat kali dikunjungi dari Dirjen Binabangda Kementerian Dalam Negeri. Ada perkembangan dari Kemendagri bahwa program LSDP juga harus bekerjasama dengan Kementerian PUPR, Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri. Akhirnya dari 72 kabupaten Kota yang mengajukan ada 30 Kabupaten Kota yang terpilih termasuk Kota Pontianak dan Kota Batu.”
“Dari kesiapan kami sudah melangkah lebih dahulu, mulai perencanaan awal dan kami sedang menunggu prosesnya besok Jum’at (14/8/2026). Mereka sudah melihat proses pengelolaan sampah kami mulai dari hulu hilir, bahkan yang menyarankan kegiatan diawal. Karena pengelolaan sampah adalah lebih cocok untuk Kota Pontianak, “tuturnya.

“Sampah yang paling banyak dihasilkan adalah sampah organik, kedepannya anggaran dari LSDP itu akan ada alih fungsi TPA menjadi TPST. Sampah yang masuk ke TPA lebih dari 300 ton per hari, pada saat ini yang masuk ke TPA 387,72 ton perhari. Sedangkan yang diolah menjadi kompos dan dikembangkan menjadi pupuk granul 200 ton perhari. Sisanya diolah dengan sistem biodigister yaitu untuk sampah anorganik seperti kresek, karung bekas dan styrofoam. Untuk sampah anorganik seperti botol bekas dan gelas dijual ke pengepul/pelapak, bank sampah dan KSM lainnya, ” tegasnya.
“Pengolahan dihilir TPA, kami hanya untuk pusat kegiatan pengomposan, sedangkan yang lainnya ada pirolisis, biogas itu untuk mendukung personal kerja. Hasil kompos nanti bagaimana? Kami sudah menjajaki kerjasama dengan PT Petrokimia Gresik. Tahap awal saat kami membuat kompos katanya, bahan cocok untuk di Petrokimia. Mungkin akan dibuat semacam pupuk granul. Ke depannya kalau mereka mau membangun pabrik di tempat kami, langsung mendampingi atau bagaimana masih butuh proses lagi. Dalam waktu dekat kami akan menindaklanjuti, dan sepertinya mereka tertarik berinvestasi di Kota Pontianak, “tambahnya.
“Hasil kompos kami akan ditingkatkan menjadi pupuk organik granul. Yang lebih menarik nya pupuk organik granul ini nanti untuk tanaman buah dan sawit. Kebetulan tempat kami banyak tanaman sawit, “pungkas Wawan Setiawan.
Tampilkan kutipan teks
Berita Terkait
Post Views: 1,781












