Kota Batu_Pintubatunews.com _ Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) tempat pengolahan sampah – reduce, reuse, recycle (TPS3R) Dusun Junggo Desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu mempersilahkan dua orang peternak bebek dan peternak babi untuk memanfaatkan sampah organik sisa makanan sebagai pakan ternaknya. Dengan syarat saat sampah masuk ke TPS3R mereka juga membantu melakukan pemilahan sampah. Bawon Utomo warga RT 02 RW 18 Dusun Kekep Desa Tulungrejo merupakan peternak bebek pedaging yang mulai melakukan pengambilan sisa-sisa makanan sejak bulan Juli 2026. Sedangkan peternak babi Sutrisno warga Kelurahan Sisir RT 8 RW 8 bekerjasama dengan Dicky warga Dusun Gempol Desa Punten yang memiliki kandang babi di Gabes 2 mulai beraktivitas mengambil sisa makanan sejak Agustus 2026.

Pengurus KSM TPS3R Dusun Junggo Desa Tulungrejo Hermawan saat ditemui di TPS3R Dusun Junggo Desa Tulungrejo pada Senin (10/8/2026) menyampaikan, “Kami merasa terbantu dengan adanya 2 orang peternak yang mengambil sampah organik sisa-sisa makanan. Karena mereka berdua mulai pagi turut membantu melakukan pemilahan sampah, jadi mereka datang selain untuk memilah sampah sisa makanan juga membantu memilah sampah anorganik. Peternak bebek rata-rata mendapat sisa makanan antara 4 hingga 6 kantong kresek yang beratnya antara 15 hingga 20 kg. Sedangkan yang peternak babi bisa memilah sampah sisa makanan antara 4 hingga 6 kaleng dengan berat antara 25 hingga 35 kg.”
Peternak bebek Bawon Utomo menuturkan, “Jumlah bebek pedaging yang saya pelihara saat ini sejumlah 300 ekor dengan luasan kandang 7 X 10 meter persegi. Dengan diperbolehkan mengambil sampah sisa-sisa makanan ini saya merasa terbantu. Karena kalau beli pakan bebek dari pabrik harganya semakin mahal, dipastikan tidak mendapat untung. Biasanya harga pakan perzak Rp 360.000,- sekarang menjadi Rp 420.000,-.

Selanjutnya Rohim pendamping TPS3R Desa Tulungrejo dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu mengajak berkunjung ke kandang babi yang berisi 11 ekor anakan babi, berada di Gabes 2 dirawat oleh Sutrisno. Rohim berpesan agar tetap menjaga kebersihan kandang dan babinya, meskipun berada ditengah-tengah lahan pertanian dan perkebunan apel tetapi dekat dengan tempat ibadah Pura Giri Arjuno. Juga dekat dengan bangunan Pondok Pesantren dan Masjid yang sedang dibangun oleh Yayasan Wujud Giri Sholawat.
Pengelola kandang babi Sutrisno menyambut baik nasehat tersebut, meskipun kandangnya berada dipinggir jalan untuk mengurangi bau kotoran babinya sudah dibuatkan bak penampungan dengan dibuatkan saluran paralon sejauh kurang lebih 20 meter ke sisi sebelah barat.












