Berita  

Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu, Gelar Rakor Dengan Tim Praktisi Pendamping Percepatan Pengelolaan Persampahan

Foto rapat koordinasi DLH dengan tim praktisi selaku pendamping percepatan pengelolaan persampahan Kota Batu.

Kota Batu_Pintubatunews.com. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu mengadakan rapat koordinasi (rakor) Jum’at (10/4/2026) dengan tim praktisi selaku pendamping percepatan pengelolaan persampahan Kota Batu di ruang rapat DLH Balai Kota Among Tani di Jl. Panglima Sudirman No. 507, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Kota Batu.

Rapat koordinasi dipimpin oleh Kabid Pengelolaan Persampahan dan Pengelolaan Limbah B3 DLH Kota Batu Endang Ari Setyoningsih. Tujuan rapat koordinasi adalah untuk menyelaraskan program, menyatukan persepsi, dan membangun sinergi antar tim guna mencapai tujuan bersama secara efektif. Rapat ini juga bertujuan mengevaluasi kinerja, memecahkan masalah, serta menyusun langkah taktis dalam pelaksanaan tugas.

Usai rapat koordinator tim praktisi selaku pendamping percepatan pengelolaan persampahan Kota Batu S, Catur Wicaksono menyampaikan, “Secara proses big komposter dan rumah kompos sudah mulai berjalan dengan bagus. Tinggal mulai menata sumber daya manusianya untuk beberapa titik rumah kompos yang masih belum berjalan antara lain di Desa Pesanggrahan, Kelurahan Temas, Dusun Sumbersari Desa Giripurno, Dusun Jantur Desa Gunungsari dan Desa Sumberbrantas.”

“Untuk divisi eco enzyme juga sudah berjalan sesuai target, paling tidak sudah mulai berjalan di masing-masing desa/kelurahan walaupun belum semua desa/kelurahan ada pemrosesan eco enzyme, “tuturnya.

“Sedangkan divisi sosialisasi massif memang di bulan Januari sampai dengan Maret 2026 ini memang masih ada kendala. Karena memang terkendala bulan puasa, hari raya lebaran Idul Fitri sehingga memang secara teknis belum maksimal. Dan rencananya nanti akan kita maksimalkan di bulan April 2026 sampai tiga bulan ke depan. Titik titik untuk pilot projectnya akan ditentukan setelah proses ini bisa berjalan, “tambahnya.

“Selanjutnya yang terpenting kita harus memulai melakukan pengurangan pembakaran di setiap desa/kelurahan karena memang masih menjadi beban. Diharapkan nanti kita akan mengambil pilot project untuk pengambilan sampah residu di TPS3R Desa Oro Oro Ombo. Nanti teknisnya akan kita siapkan dari tim pendamping bersama tim dari DLH, “pungkas S, Catur Wicaksono.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *