Sampah Buah Kemasan Plastik Dari SPPG Belum Dipilah, Dikeluhkan TPS3R Dusun Segundu Desa Sumbergondo

Foto sampah kulit buah melon yang masih terbungkus plastik dari SPPG.

Kota Batu_Pintubatunews.com _Sampah buah dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang belum dipilah menimbulkan masalah bagi beberapa rumah kompos. Keluhan pernah disampaikan oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Tempat pengolahan sampah – reduce, reuse, recycle (TPS3R) Dusun Krajan Desa Torongrejo pada Rabu (24/6/2026) lalu, mereka mengeluhkan sampah buah yang dibungkus dengan kantong plastik. Seperti buah jeruk saat rasanya asam, buahnya masih terbungkus plastik sewaktu dibawa ke TPS3R.

Hal senada juga disampaikan oleh Juma’ati Ketua KSM TPS3R Rejeki Barokah Dusun Segundu Desa Sumbergondo Kecamatan Bumiaji Kota Batu Selasa (4/8/2026) pada saat ditemui dirumah kompos. “Sering terjadi sampah kulit buah dari SPPG masih terbungkus kemasan plastik, seperti saat ini langsung masuk ke sel rumah kompos yaitu kulit buah melon itu. Jadi nanti kami harus mengambili lagi plastik pembungkusnya, tentu sangat menyita waktu, “tuturnya.

Foto Juma’ati Ketua KSM TPS3R Rejeki Barokah Dusun Segundu Desa Sumbergondo

“Saya sering menyampaikan kepada petugas SPPG yang membawa sampah kesini supaya plastiknya dipisahkan terlebih dulu dari kulit buah yang sudah tidak dimakan. Kalau sisa-sisa makanan sudah mereka pilah terlebih dulu, hanya sampah kulit buah yang belum mereka pilah. Terkadang kalau menumpuk seperti ini kami memilah kulit buah dari plastiknya bisa seharian, “tegasnya.

“Harapan saya pihak SPPG ya membantu memilah dengan mengeluarkan kulit buah dari plastik pembungkusnya. Karena tenaga kerja kami di TPS3R ini jumlahnya sangat terbatas. Seharusnya pihak SPPG menjelaskan pada murid-murid di sekolah supaya plastiknya dipisahkan dari kulit buah setelah mereka makan. Sebenarnya saat SPPG mau beroperasi sudah ada kesepakatan dengan kami, sampah yang akan mereka serahkan harus terlebih dulu dipilah antara sampah organik dengan sampah anorganik, “pungkas Juma’ati Ketua KSM TPS3R Rejeki Barokah dengan nada kecewa.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *