Paroki Gembala Baik Kota Batu Sebagai Destinasi Wisata Religi, Pengolahan Sampah Telah Dilakukan Mandiri

Foto tempat pengolahan sampah organik sisa makanan.

Kota Batu_Pintubatunews.com _ Unit Pengolahan Sampah Mandiri di Paroki Gembala Baik Kota Batu sudah berlangsung cukup lama yang beralamat di Jl. Ridwan No.16, RT.02/RW.05, Ngaglik, Kec. Batu, Kota Batu. Untuk tahun 2026 ada perubahan susunan pengurus dan pekerja yang melakukan pengolahan sampah mandiri.

Koordinator Unit Pengolahan Sampah Mandiri Paroki Gembala Baik Kota Batu Hendrikus J Herlambang saat ditemui Selasa, (30/6/2026) menuturkan, “Sebagai pengurus yang baru ditunjuk di tahun 2026 saya juga sambil belajar untuk pengolahan sampah mandiri. Pengurus Unit Pengolahan Sampah Mandiri Paroki Gembala Baik ini, selain saya juga dibantu Pak S. Catur Wicaksono ditambah 1 orang lagi petugas yang melakukan pemilahan sampah di lokasi unit pengolahan sampah mandiri bernama Mas Hendra.”

Foto Koordinator Unit Pengolahan Sampah Mandiri Paroki Gembala Baik Kota Batu Hendrikus J Herlambang

“Volume sampah yang banyak berupa sampah daun dan ranting pohon, tugas Mas Hendra memilah lagi dari sampah plastik dan botol apabila ditemukan masih ada yang tercampur. Sampah daun dan ranting pohon kita jadi kompos organik untuk dijadikan media tanaman. Disini sudah banyak tanaman pertanian yang potnya berasal dari galon bekas minuman dan juga banyak yang langsung ditanam ditanah secara langsung. Rencananya kami akan membuat ketahanan pangan, saat ini sudah kami tanam dilahan yang tersedia ada tomat, kacang lanjaran, kangkong, brokoli, pakcoy, dan bunga krisan. Hasil panen tanaman tersebut biasanya langsung dijual pada saat ada acara maupun tidak ada acara yang hasilnya digunakan untuk biaya operasional pengolahan sampah mandiri ini. Untuk asrama putra SMAK Yos Sudarso mereka juga baru mulai menanam tanaman sendiri yang dipakai untuk konsumsi sendiri,”jelasnya.

Foto tanaman disekitar Unit Pengolahan Sampah Mandiri di Paroki Gembala Baik Kota Batu

“Hasil kompos rencananya akan kami pakai untuk tanaman sendiri sebagai pupuk, juga akan kami kemas untuk dijual kepada ummat Katolik yang hadir. Sedangkan sampah sisa makanan dikomposkan yang akan menghasil 2 produk yaitu kompos dan pupuk cair. Dulu sampah disini menumpuk dibeberapa tempat, puji tuhan saat ini sudah ada perubahan setelah mendapat bimbingan dari Pak S. Catur Wicaksono. Gereja Katolik Paroki Gembala Baik Kota Batu ini terkenal dengan suasananya yang sejuk dan damai, serta menjadi salah satu tujuan wisata religi bagi umat Katolik yang sedang berkunjung ke daerah Malang Raya, “pungkas Hendrikus J Herlambang.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *