Kota Batu_Pintubatunews.com – Taman Rekreasi Selecta terletak Jl. Raya Selecta No. 1, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu dengan luasan lahan 8 hektar. Terdiri dari taman rekreasi, 5 restoran dan hotel yang tentunya setiap hari menghasilkan sampah baik organik maupun anorganik. Tempat Pengolahan Sampah – Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Taman Rekreasi Selecta terletak di dekat pintu keluar.
Akibat penutupan tempat pemrosesan akhir (TPA) Tlekung semua masyarakat hingga dunia usah kebingungan mencari solusi pengelolaan sampah. Dengan terbitnya surat edaran Pj Walikota Batu Aries Agung Paewai tertanggal 15 Agustus 2023 nomor 660/2404/422.110/2023 tentang optimalisasi pengelolaan sampah melalui tempat pengolahan sampah reduce, reuse, recycle (TPS3R) di Kota Batu. Isi surat edaran pada bagian 7 pengelola tempat usaha (hotel, hiburan, restoran dan tempat wisata) agar menyediakan TPS3R apabila volume sampah yang dihasilkan minimal 4 m3 perhari. Dengan membentuk Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) TPS3R. Akhirnya manajemen Selecta membuat kebijakan untuk sampah dikelola sendiri dengan membangun TPS3R dan rumah kompos yang beroperasi sejak Agustus 2023

Tim praktisi selaku pendamping percepatan pengelolaan persampahan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu pada Kamis siang (30/4/2026) mengadakan kunjungan ke TPS3R Taman Rekreasi Selecta, dilanjutkan ke rumah kompos yang diterima langsung oleh Sinto Koordinator TPS3R. Hasil kunjungan lapang bahwa pengelolaan di TPS3R Selecta termasuk kategori yang baik dan benar karena berfokus pada pemilahan sampah dari sumbernya, pengurangan volume sampah yang dibuang ke TPA, dan pengolahan sampah organik menjadi kompos serta tidak adanya proses pembakaran sampah residu. Di pengolahan kompos tidak menimbulkan belatung, lalat, dan tidak berbau menyengat karena sebelum dibawa ke rumah kompos, pupuk organik dilakukan pencacahan terlebih dahulu serta rutin disemprot dengan eco enzyme atau EM4.
Sinto menuturkan, “Pengambilan sampah dilakukan setiap hari dari tong sampah yang telah disediakan, langsung dimasukkan ke fasilitas kendaraan yang khusus digunakan saat pengambilan sampah. Tong sampah tidak dikumpulkan pada satu titik tetapi diletakkan dengan jarak masing-masing tong sampah kurang lebih 20 meter dan mobil pengangkut sampah yang langsung berkeliling untuk mengambilnya. Di taman rekreasi pengambilan dilakukan pada sore hari, saat pengunjungnya sudah pada pulang sehingga tidak menganggu pengunjung. Pengambilan sampah dari hotel dilakukan dua kali yaitu pagi hari dan sore hari atau tergantung situasi bisa saat pengunjung selesai check out dari hotel sampahnya dikeluarkan. Memang sengaja diusahakan tidak ada sampah yang sampai menginap dilokasi, sehingga petugas pemilah sampah di TPS3R ini tidak akan terganggu bau sampah yang sudah membusuk. Jumlah sampah yang dihasilkan tergantung banyaknya pengunjung, kalau weekday pengunjung mencapai 1000 orang sampah organik dan anorganik yang dihasilkan kurang lebih 500 kg. Dari jumlah tersebut sampah organiknya diperkirakan sebanyak 30%.”

“Jumlah pekerja di TPS3R ini ada 6 orang, sedangkan petugas pengambil sampah ada 4 orang untuk taman rekreasi dan 2 orang untuk hotel. Tugas 6 orang pekerja di TPS3R selain melakukan pemilahan sampah, juga melakukan proses pencacahan sampah organik terlebih dahulu dengan mesin pencacah. Sampah organik yang sudah dicacah baru diantarkan ke rumah kompos yang jaraknya kurang lebih 200 meter dari TPS3R ini, “tegasnya.
“Pekerja di TPS3R ini bekerja dimulai hari Senin sampai dengan Minggu, untuk libur dari 6 orang ini dijadwalkan setiap hari ada yang libur satu orang, jadi pekerja yang aktif setiap harinya ada 5 orang. Dengan bekerja setiap hari tidak ada sampah yang tidak tertangani. Status pekerja di TPS3R Selecta ini merupakan karyawan Selecta, “tambahnya.

“Pupuk kompos yang dihasilkan dari rumah kompos, hanya membutuhkan waktu pemrosesan paling lama 3 bulan sudah bisa dipanen. Saat ini hanya dipergunakan untuk keperluan sendiri misalnya untuk pemupukan bunga ditaman atau dipergunakan saat mengantikan tanaman bunga yang baru bahkan sudah membuat pembibitan bunga sendiri. Jadi sementara ini kompos yang dihasilkan belum bisa dijual keluar tetapi untuk memenuhi kebutuhan sendiri, “pungkas Sinto.













